MOJOWARNO, KabarJombang.com – Identitas pria yang ditemukan meninggal dunia mengapung di aliran Sungai Kali Pancir, Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Arifin (38), warga Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.
Kapolsek Mojowarno, AKP Soesilo, mengatakan identitas korban dipastikan setelah pihak keluarga yang sebelumnya melaporkan kehilangan datang ke lokasi dan mencocokkan ciri-ciri jasad.
“Korban telah teridentifikasi sebagai Arifin, usia 38 tahun, warga Kecamatan Bareng. Keluarga memastikan identitas korban setelah melihat langsung karena kondisi jasad masih utuh,” ujar AKP Soesilo, Rabu (21/1/2026).
Menurut keterangan kepolisian, Arifin dilaporkan tidak pulang ke rumah sejak Selasa (20/1/2026) malam. Korban sehari-hari bekerja sebagai pencari barang rongsokan dan biasanya selalu kembali ke rumah pada malam hari.
“Korban pergi bekerja seperti biasa, namun hingga malam hari tidak kunjung pulang. Pihak keluarga sempat melakukan pencarian sebelum akhirnya mendapat kabar korban ditemukan meninggal dunia di sungai,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan awal atau visum luar, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, terdapat luka lecet di bagian pelipis kanan dan kiri.
“Luka tersebut diduga akibat benturan dengan benda keras saat korban terbawa arus air atau tersangkut di sungai, bukan akibat tindak penganiayaan,” tegas Soesilo.
Lebih lanjut, pihak kepolisian menduga korban meninggal dunia akibat faktor kesehatan. Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi.
“Kemungkinan korban meninggal dunia akibat penyakit bawaan tersebut,” tambahnya.
Saat ini, jasad korban telah dievakuasi ke RSUD Jombang dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Sebelumnya, warga Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno, digegerkan dengan penemuan sesosok jasad pria yang mengapung di Kali Pancir sekitar pukul 06.30 WIB. Jasad tersebut pertama kali terlihat oleh sejumlah petani perempuan yang hendak berangkat ke sawah.
Kepala Dusun Sukorejo, Desa Grobogan, Muhammad Bagus Firman, mengatakan awalnya warga mengira benda yang mengapung tersebut hanyalah boneka atau benda menyerupai manusia.
“Setelah didekati, ternyata benar sesosok mayat,” ujarnya.
Saat ditemukan, korban mengenakan kemeja batik motif garis berwarna cokelat, celana pendek, serta sebuah cincin berwarna putih. Korban diperkirakan memiliki tinggi badan sekitar 165 sentimeter. Dari pengamatan awal, terlihat busa keluar dari mulut korban serta luka lecet di bagian pelipis.
Berdasarkan kondisi jasad yang masih relatif segar meski tampak pucat, korban diperkirakan meninggal dunia pada sore atau malam hari sebelum ditemukan.









