Penyetan dan Botok Iwak Kali, Kuliner Maknyus Warung di Gumulan Jombang

Sejumlah warga saat hendak menikmati kuliner penyetan ikan sungai di Warung Iwak Kali Mbak Suci, Desa Gumulan, Kecamatan Kesamben, Jombang. Minggu (16/8/2020). (Foto: Anggraini Dwi Sa'idah)
  • Whatsapp

KESAMBEN, KabarJombang.com – Masyarakat Jombang dari berbagai kalangan, termasuk pejabat, pegawai dan karyawan swasta, tentu tak asing lagi dengan Warung Iwak Kali Mbak Suci, berlokasi di Desa Gumulan, Kecamatan Kesamben, Jombang.

Seperti namanya, warung yang berdiri di antara sawah ini menyediakan menu andalan, yakni penyetan ikan sungai. Tak hanya penyuka kuliner pedas, penikmat masakan tak pedas pun masih bisa menikmati penganan iwak kali di warung ini. Karena level pedas yang disajikan, bisa dikomunikasikan lebih dulu.

Baca Juga

Soal rasa, ikan sungai identik dengan rasa gurihnya. Namun, bagi penyuka pedas, dijamin tak akan “nyacat” dengan sambal racikan Ibu Suci (53), sang pemilik warung. Kalau pun Anda berkeringat, tak perlu khawatir. Tiupan angin alami di warung ini, sangat menyejukkan. Ditambah dengan kondisi warung yang teduh karena rindangnya pepohonan.

Tak hanya penyetan, iwak kali di warung ini juga tersedia dalam bentuk botok. Jenis ikannya, bermacam-macam, seperti ikan rengkek, cendel, kloso, wader, bader, dan lainnya.

“Setiap hari, warung kami buka pukul 07.00 WIB dan tutup sekitar pukul 16.00 WIB,” kata Suci, saat ditemui di warungnya, Minggu (16/8/2020).

Pelanggannya, menurut Suci, tak hanya dari warga Jombang saja. Sejumlah warga luar Jombang juga kerapkali mampir dan makan di warungnya. Seperti Mojokerto, Kediri, Nganjuk, Lamongan, Gresik. Bahkan ada juga dari Jakarta.

Bahkan, lanjut Suci, Bupati Jombang pun pernah datang dan makan di warungnya. “Bupati juga pernah ke sini tiga kali, acara makan-makan dengan pegawainya,” ungkap Suci. Hanya saja, dia tidak menjelaskan nama Bupati Jombang yang dimaksud.

Sukses di penganan iwak kali, bukan berarti Suci tak pernah jatuh bangun di usaha kuliner. Menurutnya, warung yang dirintiskan 6 tahun silam ini, tidak langsung menyajikan menu penganan ikan sungai. Namun, beberapa menu sudah ia coba dalam hal mencari keberuntungan.

“Saya pernah berjualan rujak, mie ayam, bakso di warung ini. Tapi beruntungnya, di menu iwak kali ini,” katanya.

Lantas, bagaimana agar setiap hari ada stok ikan sungai?, Suci mengatakan, iwak kali yang dia dapat tidak kulakan dari orang lain. Melainkan dia mempekerjakan orang, khusus untuk mencari ikan di sungai. Kini, suci sudah memiliki 8 orang yang tiap harinya mencari ikan di sungai.

“Iya, 8 orang mencari ikan di sungai. Apapun jenis ikannya, pokoknya ikan di sungai. Tiap hari disetor ke sini. Kalau yang membantu di warung ini, ada 4 orang,” ungkap Suci.

Soal harga, per cobek sambal dan ikan sungai plus nasi, dibandrol Rp 40 sampai Rp 50 ribu. Tergantung ikan sungai yang dipesan pelanggan.

Di masa pandemi, Suci mengaku usaha kuliner iwak kalinya ikut terdampak. Bukan soal pasokan ikan sungainya, namun konsumennya yang berkurang. Hanya saja, Suci mengaku, pendapatannya menurun tidak terlalu drastis.

“Turun juga sih selama pandemi Covid-19 ini. Pendapatan menurun seperempatnya. Meskipun sekarang masih ramai, tapi tidak seramai sebelum Covid-19. Ya, semoga wabah Corona ini cepat sirna,” pungkasnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait