JOMBANG, KabarJombang.com – Sebuah video berdurasi 36 detik yang menunjukkan sepasang remaja berseragam sekolah berperilaku tak pantas di dalam minimarket kembali memantik perbincangan publik. Rekaman yang telah tersebar luas di media sosial sejak Senin (15/9/2025) itu, kini memicu perhatian berbagai pihak, termasuk kalangan legislatif.
Komisi D DPRD Kabupaten Jombang menilai insiden tersebut sebagai cerminan lemahnya pembinaan karakter serta minimnya pengawasan terhadap pelajar, baik dari lingkungan sekolah maupun keluarga. Oleh sebab itu, dewan berencana mengundang pihak-pihak terkait, termasuk sekolah dan Dinas Pendidikan setempat, guna meminta penjelasan serta langkah konkret yang telah dan akan dilakukan.
“Senin depan, kami jadwalkan untuk memanggil pihak sekolah serta cabang dinas pendidikan. Ini bukan hanya soal sanksi, tapi bagaimana peran pembinaan ke depan bisa diperkuat,” kata Anggota Komisi D DPRD Jombang, Rahmat Agung Saputra, saat dikonfirmasi pada, Kamis (18/9/2025).
Agung menyebutkan bahwa kasus ini seharusnya menjadi refleksi bersama. Tak hanya instansi pendidikan, ia juga menyoroti peran keluarga yang menurutnya memiliki kontribusi besar dalam pembentukan perilaku remaja di luar jam pelajaran.
“Anak-anak harus tetap dipantau, bukan hanya di sekolah. Orang tua juga punya tanggung jawab moral. Jangan biarkan anak bebas tanpa arah setelah pulang sekolah,” tambahnya.
Dari rekaman video yang beredar, tampak dua pelajar berseragam batik sekolah sedang berpelukan dan berciuman di antara rak dagangan sebuah minimarket. Atribut pakaian yang dikenakan membuat publik menduga bahwa keduanya berasal dari salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di wilayah Jombang.
Lokasi kejadian disebut-sebut berada di kawasan Kecamatan Sumobito, namun saat aparat bersama media melakukan penelusuran di sejumlah minimarket setempat, belum ditemukan titik lokasi yang benar-benar identik dengan video tersebut.
Menanggapi kehebohan itu, seorang kepala sekolah dari salah satu SMK di Jombang berinisial MW akhirnya memberikan keterangan. Ia mengonfirmasi bahwa siswa laki-laki dalam video tersebut memang pernah tercatat sebagai murid di sekolahnya.
“Benar, itu mantan siswa kami. Namun kejadiannya bukan baru-baru ini, melainkan sudah sekitar satu bulan lalu. Yang bersangkutan sudah mengundurkan diri dari sekolah,” ungkapnya melalui pesan singkat.









