Nikmatnya Pecel Pincuk Kaki Lima, di Alun-alun Jombang

Pecel pincuk alun-alun Jombang. (Ft: Daniel).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Setiap pagi banyak penjual nasi pecel berjajar rapi di Jalan KH Ahmad Dahlan, tepatnya di sekitar alun-alun Jombang. Nasi pecel adalah makanan khas Indonesia kombinasi sayuran dengan bumbu sambal kacang.

Salah satu pedagang kaki lima yang menjual pecel di kawasan alun-alun adalah Ninik (46). Dia merintis menjajakan nasi pecel masakannya sejak tahun 2002, dimulai dari berjualan menggunakan sepeda onthel hingga saat ini menggunakan tossa.

Baca Juga

Pecel Bu Ninik mulai berjualan pukul  05.00 sampai 09.00 WIB. Pecel yang dijualnya memiliki karakteristik sendiri dan citra rasa yang enak.

Menurutnya, pecel yang dijualnya sangat komplit. Pasalnya dalam satu pincuk pecel terdapat sayuran yang lengkap, Minimal ada lima jenis sayuran antara lain kangkung, kacang panjang, kecambah, ‘bendoyo’, kembang turi, serta mentimun dan kemangi.

Selain sayuran yang komplit, bumbu pecel racikannya dikatakan standar, tidak terlalu pedas, alias memiliki cita rasa sedang. Selain itu, terdapat bumbu tumpang yang menggiurkan.

“Masakan saya ini selain ada bumbu pecelnya, juga ada tumpangnya. Jadi pembeli bisa memilih pakai keduanya, atau pecel saja,” tuturnya.

Lauk pauk di warung Bu Ninik juga beragam, pembeli bisa memilih sesuai selera. Antara lain olahan telur seperti sate telur puyuh, telur ceplok, telur dadar, dan bali telur. Selain itu juga ada pilihan sate daging.

“Harga pecel biasa maupun tumpang tanpa lauk harganya Rp 6 ribu. Kalau pakai lauk olahan telur harga nya Rp 8 ribu. Sedangkan kalau pakai sate daging Rp 11 ribu,” ungkapnya.

Untuk rempeyek pembeli bisa memilih sesuai selera antara rempeyek kacang atau dawu. Pembeli juga bisa menikmati bersantai di alun alun Jombang dengan makan sambil lesehan.

Saat ini para pedagang nasi pecel di alun alun-alun Jombang kembali menggelar dagangannya. Sebelumnya para pedagang sempat di relokasi karena Covid-19. Akibatnya penjualan mereka turun, dan saat kembali ke alun alun Jombang.

“Pandemi penjualan turun 20 persen. Namun ketika direlokasi kemarin itu dagangan kami tidak laku sama sekali. Akhirnya kami meminta berjualan di alun-alun maksimal pukul 10.00 WIB,” pungkasnya.

 

 

 

 

INSTAGRAM

Berita Terkait