Panggung Muktamar NU ke-35 Tambakberas Jombang, Diramaikan Belasan Lukisan Ulama Karya Seniman Jember

Susmiadi (64) seniman lukis asal Jember ketika menyelesaikan lukisan KH Bisri Syansuri. (Istimewa).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com-Sebanyak 15 lukisan bertema ulama dan tokoh nasional karya seniman asal Jember, Susmiadi (64), dipamerkan dalam rangkaian Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Mayoritas karya yang dibawanya menampilkan potret ulama, menyesuaikan dengan suasana Muktamar yang berlangsung 27-31 Agustus 2026.

Baca Juga

Susmiadi mengatakan menekuni seni lukis sejak 1975. Ia mulai menjual karya sejak akhir 1970-an dengan mengangkat tema sosial, seperti keluarga, kehidupan masyarakat desa, pemandangan alam, hingga aktivitas warga.

“Awal-awal melukis wajah, pemandangan alam, kebanyakan tema sosial seperti kakak gendong adik, orang tua mengungsi, orang mencari kayu di hutan, panen raya, hewan kuda, dan laut,” ujarnya, Sabtu (29/8/2026).

Ia menggeluti aliran realis (naturalis) dan impresionis dengan teknik pisau palet. Selain melukis, ia pernah menjalani profesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pengairan Jember.

Pada 1979, ia pernah menjual lukisan berukuran besar seharga Rp100 ribu dengan berkeliling kampung. Kemudian pada 1985, karyanya dijual seharga Rp250 ribu kepada karyawan pabrik gula di Semboro, Kencong.

Saat itu, lukisan pemandangan sawah dengan padi menguning menjadi salah satu karya yang banyak diminati.

Ketika masih berstatus honorer pada 1980, Susmiadi mendapat kesempatan memperdalam seni lukis selama tiga bulan di Jakarta.

Ia mengunjungi Pasar Seni Ancol dan membantu galeri lukisan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

“Di sana saya banyak belajar dari pelukis senior,” ucapnya.

Pengalaman berpameran Susmiadi juga cukup panjang, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ia pernah mengikuti Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) di Surabaya dan Bandung, pameran di Semarang, Taman Ismail Marzuki (TIM), Taman Mini Indonesia Indah (TMII), serta pameran di Tanjung Balai, Yogyakarta, Bali, hingga Singapura.

lukisan wajah berukuran 140 x 100 sentimeter rata-rata dibanderol Rp25 juta. Lukisan berukuran 50 x 65 sentimeter sekitar Rp2,5 juta, sedangkan lukisan foto keluarga atau potret diri berukuran 60 x 80 sentimeter rata-rata Rp5 juta per wajah.

Khusus di Muktamar NU ke-35, Susmiadi memberikan harga khusus dengan karya termahal sekitar Rp20 juta dan termurah sekitar Rp3 juta. Ia mengaku hanya memiliki waktu sekitar dua hari untuk menyelesaikan karya yang dipersiapkan untuk pameran tersebut.

Di tengah aktivitas berkarya, Susmiadi menilai para pegiat seni masih menghadapi tantangan, terutama daya beli masyarakat yang menurutnya menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia berharap masyarakat tetap menghargai seni.

“Harapan saya, supaya masyarakat lebih menghargai seni. Hidup tanpa seni terasa hampa, hidup dengan ilmu akan lebih mudah, hidup dengan agama akan lebih terarah, dan hidup dengan seni akan lebih indah,” pungkasnya.

 

 

Berita Terkait