KH. Said Aqil Siroj Usulkan PBNU Kembalikan Konsesi Tambang kepada Pemerintah

  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Mantan Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA, menyampaikan sikap terbaru terkait polemik pemberian konsesi tambang kepada PBNU. Dalam kunjungannya ke Pesantren Tebuireng, Jombang, ia menilai bahwa langkah paling bijak saat ini adalah mengembalikan konsesi tersebut kepada pemerintah demi menjaga ketenangan organisasi dan menghindari dampak negatif yang semakin meluas.

KH. Said Aqil menjelaskan bahwa saat kebijakan itu pertama kali muncul, ia memandangnya sebagai bentuk apresiasi negara terhadap kontribusi besar NU. Konsesi tambang dianggap sebagai peluang untuk memperkuat kemandirian ekonomi jam’iyah selama dikelola dengan sistem yang profesional.

Baca Juga

Namun, perkembangan situasi beberapa bulan terakhir membuatnya meninjau ulang pandangan tersebut. Ia menilai polemik internal, perdebatan tata kelola, hingga kegaduhan publik yang menyertainya justru membawa pengaruh buruk bagi NU.

“Saya menghargai niat baik pemerintah. Tetapi melihat kondisi sekarang, persoalan semakin melebar dan memicu ketegangan di internal. Agar tidak menimbulkan mudarat yang lebih besar, sebaiknya dikembalikan saja kepada pemerintah,” ujar KH. Said Aqil di hadapan para kiai dan santri Tebuireng.

Alasan Utama: Menjaga Keutuhan dan Kehormatan NU

KH. Said Aqil menekankan bahwa NU memiliki mandat spiritual dan sosial yang sangat luas. Karena itu, organisasi harus menghindari langkah-langkah yang berpotensi mengganggu marwah dan fokus utama perjuangan jam’iyah.

Ia menyebut lima hal yang patut dihindari NU:

1. Pemicu konflik dan perpecahan internal

2. Potensi mengurangi independensi organisasi

3. Timbulnya citra negatif di kalangan masyarakat

4. Keterlibatan dalam urusan bisnis-politik yang sarat risiko

5. Bergesernya perhatian NU dari bidang pendidikan, dakwah, dan pelayanan umat

“NU ini rumah besar. Tidak boleh terbawa arus persoalan yang justru menjauhkan kita dari khittah. Jika sebuah urusan lebih banyak membawa kerugian, tinggalkan. Kembalikan agar NU tetap fokus menjalankan tugas sucinya,” tegasnya.

Lebih jauh, KH. Said Aqil menegaskan bahwa kebesaran NU tidak pernah bergantung pada pengelolaan tambang atau proyek bisnis apa pun. Kemajuan warga NU, katanya, terletak pada kekuatan pendidikan pesantren, pemberdayaan ekonomi umat, perluasan akses beasiswa, dan peningkatan kualitas layanan sosial.

“Keberkahan NU itu lahir dari amanah dan ketulusan perjuangan. Bukan dari konsesi tambang. NU tetap bisa bergerak maju apabila layanan kepada umat diperkuat,” tuturnya.

Dengan sikap tersebut, KH. Said Aqil berharap PBNU dapat mengambil keputusan terbaik demi menjaga kehormatan organisasi dan ketenangan umat.

Berita Terkait