DIWEK, KabarJombang.com – Lagi-lagi persoalan sampah masih menghantui Kabupaten Jombang. Seolah persoalan ini sangat sulit diselesaikan. Nampak pada ruas Jalan Raya Bandung, Diwek Jombang masih menjadi tempat favorit para warga untuk membuang sampah tidak pada tempatnya.
Tempat tersebut seakan tidak pernah lepas dengan tumpukan sampah-sampah yang sudah di kemas dengan kantung kresek. Terlebih ruas Jalan Raya Bandung, Diwek sudah pernah dibersihkan dari tumpukan sampah dan sudah terdapat papan himbauan beserta denda bagi yang melanggar.
Namun, sekali lagi semua usaha itu seakan sia-sia, masih ditemukan tumpukan sampah oleh tim KabarJombang pada, Selasa (8/7) di lokasi tersebut.
Minto Raharjo (50) warga Diwek sekaligus pengguna jalan mengutarakan kekecewaannya akibat sampah yang kembali ditemukan di ruas Jalan Raya Bandung, Diwek. Ia menjelaskan lokasi tersebut sudah pernah bersih dari tumpukan sampah, namun saat ini sampah sudah terlihat mulai ada.
“Minggu – Minggu kemarin lokasi ini sudah bersih dari sampah. Tapi ketika saya lewat sudah mulai banyak sampah. Padahal sudah ada papan himbauan dilarang membuang sampah. Memang sampah tersebut tidak berada tepat di bawah papan himbauan, namun hanya berjarak beberapa meter dari papan himbauan itu sudah ada sampah yang di masukkan ke dalam kantong keresek dan berjejer atau menumpuk,” paparnya.
Ia berharap penuh kepada warga yang masih suka membuang sampahnya di ruas Jalan Raya Bandung, Diwek agar bersama-sama menaati aturan yang sudah ada. Minto sapaan akrabnya juga mewanti-wanti kepada masyarakat Kecamatan Diwek agar bersama-sama menjaga Diwek dan Kabupaten Jombang dari tumpukan sampah liar.
“Saya berharap agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan. Selain itu, para warga harus benar-benar mentaati peraturan yang ada. Jika memang diwilayahnya atau di desanya tidak ada tempat pembuangan sampah resmi. Mohon agar segara diberikan fasilitas tersebut, sebab jika sampah terus menumpuk di pinggir Jalan Raya seperti ini. Otomatis nanti baunya juga bisa menggangu pengendara karena sesuatu yang jelek kalau tidak pada tempatnya mesti memberikan dampak buruk,” harap Minto.
Sementara itu, warga sekitar Pramuji Setyo (35) kurang mengetahui sumber sampah yang ada di ruas Jalan Raya Bandung, Diwek berasal dari mana. Ia membantah tumpukan sampah tersebut bukan ulah dari warga Bandung maupun warga Diwek, melainkan warga luar desa dan pengguna jalan yang membuang sembarangan.
“Saya kurang paham sampah ini dari mana. Pastinya warga disini tidak membuang sampah di tempat itu. Kemungkinan warga luar desa ketika pergi kemudian membuang sampah disitu. Tapi memang kalau sampah dibuang di pinggir jalan raya seperti ini akan menimbulkan dampak buruk bagi warga, kesehatan, dan lingkungan. Sekaligus sampah yang dibuang di pinggir jalan dapat merusak kebersihan lingkungan sekitar,” ucapnya.
Ia berharap agar warga yang membuang sampah sembarang dapat segera sadar atas perilakunya yang tidak sesuai. Dia juga berharap untuk bersama-sama menjaga Kabupaten Jombang dari kerusakan lingkungan akibat sampah yang menumpuk.
“Harapan saya agar warga secepatnya sadar karena membuang sampah sembarangan juga merupakan melanggar aturan dan merusak lingkungan. Alangkah baiknya jika warga dan pemerintah Kabupaten Jombang saling bekerjasama menjaga Jombang dari kerusakan lingkungan,” ungkapnya.
Sementara itu, Amin Kurniawan selaku Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Tata Ruang Terbuka Hijau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang. Menanggapi permasalahan tersebut, tim DLH akan tetap terus melakukan penangan rutin terkait tempat-tempat yang menjadi langganan pembuangan sampah sembarangan.
“Kami kemarin sudah menugaskan beberapa staf kami untuk berjaga 24 jam, mencari pelaku pembuangan sampah, dan identifikasinya memang pengguna jalan (tidak hanya dari Desa Ceweng ataupun Desa Diwek). Sudah kami tegur keras, tapi kelihatannya belum juga jera. Intinya kami tetap komitmen melakukan edukasi atau sosialisasi langsung ke masyarakat. Kami infokan juga ke Pak Camat hari ini, perlu untuk disampaikan secara masif ke semua desa yang ada di wilayah Kecamatan Diwek,” jelasnya.
Amin Kurniawan turut menambahkan pentingnya sarana prasarana yang menyeluruh ke setiap desa dan pentingnya kesadaran dari masyarakat untuk bertanggung jawab bersama mengelola sampah.
Ia memberikan gambaran realita masyarakat Kabupaten Jombang yang masih enggan membuang sampah pada tempatnya, sekalipun tempat sampah sangat dekat jaraknya.
“Contohnya saja ketika banyak event di Alun-alun Jombang dan tempat lainnya. Tempat sampah sudah tersedia sangat dekat. Namun, sampah masih kececeran. Bukti realita dan tantangan kita untuk bersama-sama saling mengedukasi,” tutupnya.









