JOMBANG, KabarJombang.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang mulai menyiapkan langkah antisipatif menghadapi potensi timbunan sampah dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
DLH Jombang akan melakukan pendampingan kepada sekolah dan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jombang. Mulai dari penerapan sistem pemilahan antara sampah organik dan anorganik, dan melakukan pendampingan SOP pengelolaan bahan baku. DLH memastikan pengelolaan limbah berjalan sesuai standar agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan baru.
Sekretaris DLH Jombang, Amin Kurniawan menjelaskan, pihaknya telah mempelajari dan mengidentifikasi volume sampah dan jenis sampah dari 2 SPPG di Tambakberas.
Selian dilakukan pendampingan SOP pengelolaan bahan baku, juga perlunya konsep food waste untuk meminimalisir makanan yang terbuang atau makanan yang tidak dikonsumsi, sekalipun makanan tersebut masih layak untuk dimakan.
“Selain adanya pendampingan untuk pihak SPPG, perilaku anak saat makan dengan membiasakan gerakan makan sampai habis,” ujarnya, Selasa (7/10/2025).
Perlunya proses kerjasama antara pihak SPPG dengan pengelolaan sampah yang berada di wilayah desa tersebut. Kerjasama tersebut diharapkan pihak pengelolaan sampah dapat melakukan collecting sampah dari pihak SPPG.
“Nantinya pihak SPPG harus melakukan proses kerjasama dengan pengelolaan sampah yang ada di wilayah tersebut. Pengelola sampah harus memiliki kemampuan pengelolaan secara benar,” tambahnya.
Pengelolaan sampah berpotensi menambah kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sumbernya berasal dari pembayaran retribusi pelayanan kebersihan yang disesuaikan dengan jenis dan volume yang dihasilkan oleh masing-masing dapur MBG.
“Tiap SPPG akan dikenakan tarif pembayaran pelayanan kebersihan, namun tarif secara spesifik belum diatur. Kemungkinan tarif retribusi akan sama dengan Restoran atau depot karena potensi sampah hampir sama,” pungkasnya.
Sementara itu, total 174 dapur MBG akan segera beroperasi di Kabupaten Jombang. Saat ini masih 16 dapur MBG yang sudah beroperasi. Pentingnya pengawasan lonjakan sampah akibat aktivitas 174 dapur MBG yang akan beroperasi di wilayah Kabupaten Jombang.









