Arpa 55, dari Pecinta Alam Jadi Pelopor Aksi Lingkungan di Jombang

Foto : Para anggota Arpa 55 saat membersihkan sungai di Desa Mojotrisno, Mojoagung, Jombang. (Kevin Nizar)
  • Whatsapp

MOJOAGUNG, KabarJombang.com — Bermula dari hobi berkemah dan menjelajah alam, komunitas Adventure Paranoid 55 atau Arpa 55 kini menjelma menjadi salah satu penggerak aksi lingkungan di Kabupaten Jombang. Berdiri sejak tahun 2005 dan berbasis di Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, komunitas ini konsisten mengkampanyekan kepedulian terhadap alam dan sosial selama dua dekade terakhir.

Ketua Arpa 55, Ika Prasetya, menjelaskan bahwa komunitas ini lahir dari pertemanan para pecinta alam, namun dalam beberapa tahun terakhir, mereka mulai menaruh fokus lebih besar pada isu lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga

“Kami awalnya hanya sekadar naik gunung, camping, senang-senang. Tapi lama-lama sadar bahwa kita bisa berbuat lebih. Kita semua punya tanggung jawab menjaga alam, apalagi saat ini kerusakan lingkungan makin nyata,” ujar Ika.

Meski berbasis di Mojoagung, anggota Arpa 55 berasal dari berbagai wilayah seperti Sidoarjo, Malang, hingga Mojokerto. Mereka datang dari beragam latar belakang profesi. Kebersamaan dalam alam menjadi perekat utama komunitas ini.

“Kami semua punya latar belakang yang berbeda. Tapi di komunitas ini kami satu suara: peduli lingkungan,” tambah Ika.

Arpa 55 secara rutin menggelar kegiatan bertema lingkungan seperti bersih gunung, kampanye anti-sampah saat pendakian, hingga bersih-bersih sungai di kawasan Jombang. Salah satu agenda terbarunya adalah kolaborasi dalam kegiatan Wastra Alami bersama warga Desa Mojotrisno dan beberapa instansi pemerintah, seperti Dinas PUPR dan DLH Jombang.

“Kami ingin bangun kesadaran masyarakat. Sampah itu jangan dibuang sembarangan, terutama ke sungai. Harapannya, nanti pemerintah desa bisa ikut mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik,” jelas Ika.

Komunitas ini juga sering memperingati hari besar nasional dengan cara unik, seperti upacara kemerdekaan di puncak gunung atau aksi tanam pohon di lereng bukit.

Arpa 55 tak ingin berhenti di kegiatan seremonial. Mereka tengah menyusun program jangka panjang agar gerakan lingkungan yang mereka gaungkan bisa terus berkelanjutan.

“Kami ingin punya kegiatan yang rutin, ada progres. Entah itu penanaman pohon, bersih desa, atau edukasi ke masyarakat. Kami percaya perubahan dimulai dari langkah kecil, tapi konsisten,” tegas Ika.

Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia pencinta alam, Arpa 55 kini menjadi role model bagi komunitas serupa di wilayah Jombang dan sekitarnya. Mereka berharap, semangat menjaga alam bisa ditularkan ke lebih banyak generasi muda.

 

Berita Terkait