Waspada TBC! Ribuan Warga Jombang Terinfeksi selama 2025,15 Korban Meninggal Dunia dalam 3 Bulan

Foto: Nampak depan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD Jombang). (Istimewa/KabarJombang).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Kasus tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Jombang memicu perhatian serius setelah RSUD Jombang melaporkan peningkatan jumlah pasien dalam dua bulan terakhir. Situasi ini diperburuk oleh adanya 15 kematian pasien TBC yang terjadi sepanjang Agustus hingga Oktober 2025.

Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran, menjelaskan mengenai pasien TBC yang datang untuk pemeriksaan maupun perawatan terdiri dari dua kelompok, yakni pasien dengan resisten obat dan non-resisten obat. Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, rumah sakit mencatat 25 pasien TBC resisten obat serta 341 pasien non-resisten obat.

Baca Juga

“Angka ini masih bisa terus bertambah. Pemeriksaan dan penelusuran kasus masih berlangsung,” ungkapnya, Kamis (20/11/2025).

Ia menegaskan sebagian besar pasien rawat inap berada dalam kondisi berat. Usaha mengurangi risiko penularan, penanganan dilakukan di ruang khusus dengan sistem pembuangan udara yang dirancang agar tetap aman.

Dalam tiga bulan terakhir, RSUD Jombang mencatat lima kematian akibat TBC pada Agustus, tujuh pada September, dan tiga pada Oktober. Seluruh pasien tersebut merupakan penderita dengan kondisi lanjut.

“Tercatat terdapat 5 orang yang meninggal akibat TBC pada bulan Agustus, 7 orang pada bulan September, dan 3 orang pada bulan Oktober,” ungkapnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Jombang melaporkan bulan sejak Januari hingga November 2025 terdapat 2.700 warga yang terinfeksi TBC. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis ini lazim menyerang paru-paru dan dapat menular melalui udara.

Gejala umum yang sering muncul meliputi batuk berdahak lebih dari dua minggu, demam, keringat malam, kelelahan, serta penurunan berat badan.

Upaya penanggulangan dilakukan melalui koordinasi antara puskesmas, rumah sakit, dan kader kesehatan. Selain pengobatan, tenaga kesehatan turut aktif melakukan pelacakan kontak erat untuk memutus rantai penularan.

Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr Hexawan, mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri jika mengalami gejala mencurigakan.

“Satu kasus TBC bisa berpotensi menular kepada sepuluh orang di sekitarnya. Karena itu, setiap ada laporan kasus, kami langsung melakukan skrining ke lingkungan terdekat,” ujarnya.

Berita Terkait