JOMBANG, KabarJombang.com – Kabar baik datang dari Sulton, bocah asal Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang yang menderita kelainan jantung bawaan. Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, memastikan bahwa pasien tersebut kini telah menjalani perawatan intensif di ruang rawat inap RSUD dr. Soetomo Surabaya.
“Anak Sulton sudah masuk rumah sakit dan mulai menjalani perawatan di ruang rawat inap RSUD dr. Soetomo Surabaya,” ujar dr. Pudji saat dikonfirmasi, Jumat (17/10/2025).
Sebelumnya, jadwal operasi Sulton sempat mengalami penundaan. Namun setelah dilakukan koordinasi dan pengajuan ulang kepada tim medis RSUD dr. Soetomo, jadwal tindakan operasi akhirnya dimajukan lebih cepat dari rencana semula.
“Semoga tidak ada kendala apa pun. Berdasarkan informasi terbaru dari tim medis, operasi dijadwalkan berlangsung 17 Oktober saat ini, ” tambahnya.
Lebih lanjut, dr. Pudji menegaskan bahwa kasus yang menimpa Sulton menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Jombang.
Ia menuturkan, Sulton mendapatkan prioritas khusus dalam proses rujukan dan penanganan medis sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.
“Kami berharap prioritas yang diberikan kepada anak Sulton ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan cita-cita Indonesia Emas,” pungkasnya.
Sebelumnya, kabar baik datang dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang terkait penanganan medis Sulton, bocah berusia tujuh tahun asal Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, yang menderita kelainan jantung bawaan.
Permohonan rujukan tindakan operasi yang diajukan pihak RSUD Jombang kepada RSUD dr. Soetomo Surabaya telah resmi mendapat persetujuan.
Sulton diketahui mengalami kelainan jantung bawaan sejak lahir. Kondisi tersebut menyebabkan tubuhnya kesulitan menyerap nutrisi secara optimal.
Pihak RSUD Jombang menegaskan kondisi Sulton bukan disebabkan oleh stunting, melainkan gangguan gizi ringan akibat kelainan jantung yang dideritanya.
“Sebenarnya, adik Sulton tidak mengalami stunting. Kekurangan gizi yang tampak disebabkan oleh gangguan jantung bawaan, sehingga asupan nutrisi yang diterima tidak dapat diserap dengan baik. Secara umum, kondisinya masih dalam batas normal,” pungkasnya.









