JOMBANG, KabarJombang.com – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Jombang hingga kini masih mendapat dukungan tenaga pendidik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang.
Sebanyak 22 guru yang ditugaskan Pemkab Jombang masih menjalankan tugas untuk memenuhi kebutuhan pengajar pada jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
Dukungan tersebut diberikan sembari menunggu proses rekrutmen guru dan tenaga kependidikan (tendik) yang tengah dilakukan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
Kepala SR Terintegrasi 1 Jombang, Andik Minarto, mengatakan tenaga pendidik dari Pemkab Jombang masih menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pembelajaran sejak dimulainya tahun ajaran baru.
“Sejak tahun ajaran baru kemarin, kita masih mengandalkan SDM guru dan tendik penugasan dari Pemda,” kata Andik, Rabu (9/9/2026).
Menurut Andik, kebutuhan tenaga pengajar di sekolah yang berada di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, tersebut masih belum seluruhnya terpenuhi. Kondisi itu membuat bantuan guru dari Pemkab Jombang diperlukan agar kegiatan pendidikan dapat berjalan tanpa hambatan.
Ia menyebut kebutuhan tenaga pengajar masih terdapat pada jenjang SD, SMP, maupun SMA. Para guru tersebut untuk sementara membantu sekolah sampai tenaga pendidik hasil rekrutmen Kemensos tersedia.
“Kita kekurangan SD, SMP, dan SMA dari guru bantu Pemkab sambil menunggu hasil rekrutmen dari Kemensos,” ujarnya.
Andik menjelaskan, penugasan guru dari Pemkab Jombang pada dasarnya menjadi solusi sementara untuk mengisi kebutuhan SDM di sekolah. Pihaknya masih menanti selesainya seluruh tahapan rekrutmen yang dilakukan pemerintah pusat.
“Untuk kebutuhan SDM kita masih menunggu rekrutmen dari Kemensos selesai,” jelasnya.
Meski kebutuhan guru belum sepenuhnya terpenuhi, kondisi tersebut tidak menghentikan proses pembelajaran. Para guru dan tendik yang saat ini bertugas tetap menjalankan aktivitas pendidikan sekaligus mendukung operasional sekolah.
Andik menegaskan keberadaan tenaga pendidik dari Pemkab Jombang membantu memastikan kegiatan belajar mengajar maupun aktivitas pendidikan lainnya tetap berjalan.
“Guru dan tendik yang telah ditugaskan Pemkab membantu memastikan seluruh kegiatan pendidikan tetap berlangsung,” tandasnya.
Di sisi lain, pembangunan fisik kompleks SR Terintegrasi 1 Jombang saat ini telah selesai. Kompleks pendidikan yang berada di Desa Tunggorono tersebut telah menyelesaikan pembangunan berbagai fasilitas utama dan pendukung.
Meski pekerjaan fisik secara umum telah rampung, penyedia proyek bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) masih melakukan pemeriksaan akhir. Sejumlah pekerjaan minor juga masih dalam tahap penyelesaian.
Secara keseluruhan, terdapat 24 bangunan yang telah dikerjakan dalam kompleks tersebut. Fasilitas itu mencakup gedung sekolah, ruang makan, asrama, gedung serbaguna, masjid, ruang ibadah, rumah susun, guest house, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.
Dengan selesainya pembangunan sarana dan prasarana tersebut, pemenuhan tenaga pendidik menjadi salah satu hal yang kini mendapat perhatian.









