Dropzone Melengkung Ditopang Besi, Kemanakah Pelaksana ?

Kondisi dropzone Puskesmas Dukuhklopo yang terlihat melengkung dan ditopang tiang besi, meski proyek tersebut menelan dana miliaran rupiah dari APBD Jombang. (Redaksi/ Kabarjombang.com)
  • Whatsapp

PETERONGAN, KabarJombang.com – Proyek pembangunan Gedung Puskesmas Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, senilai Rp3,69 miliar dari APBD Kabupaten Jombang Tahun Anggaran 2024 kembali menuai sorotan tajam. Proyek yang dikerjakan CV Melati Kurai dengan konsultan pengawas CV Bola Mandiri ini diduga bermasalah secara kualitas konstruksi. Belum genap satu tahun berdiri, teras depan (dropzone) tempat naik-turun pasien ambulans dan pintu utama sudah tampak melengkung sejak awal pembangunan. Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan pasien, tenaga medis, maupun pengunjung.

Ironisnya, sejak awal pembangunan proyek ini sempat disidak Komisi C DPRD Jombang karena progres pekerjaan molor. Namun hingga kini, persoalan kualitas justru semakin terbuka. Selain kanopi melengkung, atap bangunan juga dilaporkan bocor saat hujan dan sejumlah titik bangunan mengalami retak. Kondisi fisik proyek yang menelan dana miliaran rupiah itu dinilai warga jauh dari kata layak. “Sejak awal pembangunannya sudah dikerjakan asal-asalan, spek gak jelas, keamanan bangunan dipertanyakan, estetika juga memprihatinkan,” ujar warga sekitar yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Baca Juga

Yang lebih disorot, Desember 2025 merupakan batas akhir masa pemeliharaan bangunan, namun hingga kini tidak ada perbaikan berarti dari pihak kontraktor. Alih-alih diperbaiki penyedia jasa, justru pihak Puskesmas melakukan penyanggaan darurat menggunakan tiang besi. “Harusnya kan yang bertanggung jawab kontraktornya. Ini malah ditopang pakai tiang besi oleh pihak Puskesmas. Kalau ambruk, siapa yang menjamin keselamatan pasien?,” tegas narasumber.

Ia menilai, jika sejak awal konstruksi sudah melengkung, maka konsultan pengawas patut diduga lalai bahkan membiarkan kesalahan fatal dalam struktur bangunan. “Kalau masa pemeliharaan habis dan tidak dibongkar atau diperbaiki, nanti Puskesmas yang harus menanggung sendiri. Ini bisa merugikan negara dua kali,” tambahnya. Tak hanya dropzone, saat wartawan KabarJombang.com mendatangi lokasi, kanopi parkiran juga pernah mengalami pelengkungan dan kini diberi penyangga, memperkuat dugaan lemahnya kualitas konstruksi sejak awal.

Kesaksian lain disampaikan Suroso, seorang pedagang di sekitar Puskesmas Dukuhklopo. Ia mengungkapkan bahwa kondisi melengkung tersebut sudah terlihat sejak awal pembangunan. “Dari dulu memang sudah melengkung. Tiang penyangga itu baru dipasang dua minggu terakhir. Bahkan plafonnya pernah ambrol sampai tiga kali, untungnya pas sepi,” ungkap Suroso. Sementara itu, Plt Kepala Puskesmas Dukuhklopo, Haidir Fitri S.Kep.Ns, mengaku pihaknya hanya sebagai pengguna bangunan dan tidak memiliki kewenangan kontraktual.

“Kami sebagai user. Yang berkontrak itu Dinas Kesehatan. Semua kerusakan sudah kami laporkan. Untuk keselamatan sementara memang kami pasang penyangga. Konfirmasi lengkap silakan ke Dinkes,” ujarnya. Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, pihak CV Melati Kurai, serta CV Bola Mandiri selaku konsultan pengawas belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan kegagalan konstruksi tersebut. Publik kini menunggu ketegasan pemerintah daerah untuk mengusut dugaan kelalaian, potensi penyimpangan proyek, serta memastikan keselamatan layanan kesehatan warga.

Berita Terkait