Cegah Stunting, PKK Desa Kepatiham Bagikan Ratusan Paket Ikan

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Kepatihan, Farida Hidhayanti Erwin, saat memberikan ikan kepada balita di desanya. (Foto: Muji Lestari).
  • Whatsapp

JOMBANG. KabarJombang.com – Ratusan balita di Desa Kepatihan, Jombang, menerima paket lauk ikan dari pengurus PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) Kepatihan.

Pembagian ikan ini berlangsung di balai Desa Kepatihan. Ada sekitar 225 paket ikan air tawar matang dikemas dalam mika bening, diberikan secara langsung Ketua dan kader PKK Desa Kepatihan.

Baca Juga

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Kepatihan, Farida Hidhayanti Erwin mengatakan, upaya ini dilakukan sebagai salah satu langkah mencegah stunting di wilayah desanya.

Menurutnya, dengan gemar memakan ikan, diharapkan nilai gizi serta imunitas balita setempat akan terjaga. Sehingga potensi stunting dan paparan virus bisa ditekan sebaik mungkin.

“Hari ini ada 225 paket ikan yang kami bagikan untuk balita di 9 RW. Tujuannya untuk pencegahan stunting, dan menjaga nilai gizi serta imunitaa, untuk acara dan tempat kami kami difasilitasi desa,” ujarnya.

Tidak semua balita hadir dalam pembagian ikan ini. Sebab, masing-masing RW telah ditunjuk dengan beberapa perwakilan saja oleh setiap kader PKK.

Selanjutnya, paket ikan tersebut diantar satu per satu kepada masing-masing keluarga (door to door) yang telah didaftarkan memiliki anak yang masih balita.

“Karena situasinya masih pandemi, sehingga kami menghindari kerumunan lebih banyak massa. Makanya kami hadirkan perwakilan, yang lainya akan diantar oleh kader PKK di setiap RW ke rumah mereka masing-masing,”ujarnya.

Sementara, pembagian ikan ini juga bekerja sama dengan para mahasiswa dari Universitas Trunojoyo Madura,  sebagai tutor pembuatan sabun cuci tangan antiseptik.

Hasil pembuatan sabun itu lantas dibagikan secara merata untuk para orang tua balita. Dengan ketersediaan sabun yang mencukupi, diharapkan 3M (salah satunya mencuci tangan) akan terjadi di lingkungan keluarga. Sehingga mampu meminimalisir penyebaran Covid-19.

“Harapan kami stunting ditekan, selain itu ada kemandirian ibu-ibu untuk membuat sabun cuci tangan sendiri. Syukur-syukur kalau bisa dijual, sehingga menambah nilai ekonomi ditengah pandemi,” tandasnya.

Selain membuat sabun cuci tangan, ada pula pelatihan yang diberikan kepada masyarakat tentang pembuatan masker kain. Masing-masing peserta diberikan satu lembar kain kemudian, mereka diberi arahan tentang bagaimana cara membuat masker secara mandiri.

“Karena masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M)  itu penting. Untuk itu semua kami terapkan disini,” pungkasnya.

 

INSTAGRAM

Berita Terkait