Permintaan Akhir Tahun Melonjak, Harga Ikan Patin Jombang Tembus Rp25 Ribu per Kilogram

Foto: Panen ikan patin di Desa Sumbersari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang. (Istimewa)
  • Whatsapp

MEGALUH, KabarJombang.com – Momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 membawa angin segar bagi sektor perikanan air tawar di Kabupaten Jombang. Harga ikan patin di sejumlah sentra budidaya mengalami kenaikan signifikan, membuka peluang keuntungan yang lebih besar bagi para pembudidaya.

Menjelang akhir tahun 2025, harga ikan patin di tingkat peternak tercatat menembus Rp25.000 per kilogram. Angka ini melonjak dibandingkan harga normal yang sebelumnya berada di kisaran Rp20.000 per kilogram. Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya permintaan pasar selama musim liburan.

Baca Juga

Aktivitas panen pun tampak padat di berbagai kolam budidaya. Salah satunya di kolam milik Muslik Fanani, pembudidaya ikan patin asal Desa Sumbersari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang. Dari satu kolam yang diisi sekitar 3.000 ekor ikan, hasil panen dapat mencapai lebih dari satu ton ikan konsumsi.

Muslik menjelaskan, biaya produksi sejak penebaran benih hingga panen berkisar Rp11 juta per kolam. Dengan harga jual saat ini, usaha budidaya patin dinilai masih memberikan keuntungan yang cukup menjanjikan bagi peternak.

Ia sendiri mengelola sembilan kolam dengan masa pemeliharaan sekitar enam hingga tujuh bulan per siklus. Kenaikan harga patin dinilai mampu menutup biaya operasional sekaligus meningkatkan nilai jual hasil panen.

Kondisi pasar yang menggembirakan ini juga diakui para pengepul. Saiful, salah satu pedagang pengumpul ikan, menyebut harga beli dari petani saat ini berada di level tertinggi sepanjang tahun.

Ikan patin asal Jombang tidak hanya dipasarkan di wilayah lokal, tetapi juga dikirim ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sidoarjo serta sejumlah kota besar seperti Surabaya dan Malang. Volume pengiriman bahkan mencapai sekitar satu ton dalam sekali kirim.

“Lonjakan harga patin dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan musiman, perluasan jaringan pemasaran antar daerah, serta biaya produksi yang relatif stabil, terutama pakan ikan,” ujarnya, Senin (22/12/2025).

Selain faktor pasar, peternak juga mulai menerapkan pola budidaya yang lebih efisien, seperti pengelolaan kualitas air dan sirkulasi kolam secara berkala untuk menjaga produktivitas.

Menguatnya harga ikan patin diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi pemicu berkembangnya sektor perikanan air tawar di Jombang. Tak hanya menguntungkan peternak, kondisi ini juga memberi kontribusi positif bagi perputaran ekonomi masyarakat setempat.

Berita Terkait