JOMBANG, KabarJombang.com – Seorang pedagang es teh di Desa Tambakberas, Kecamatan/Kabupaten Jombang menjadi korban penipuan dan pencurian setelah seorang pria yang mengaku sebagai intel mendatangi lapaknya pada Sabtu (22/11/2025). Dengan berdalih sedang menangani kasus begal, pelaku menipu korban hingga berhasil membawa kabur handphone miliknya.
Mei Aulia (19), pedagang es teh yang menjadi korban, menceritakan kronologi kejadian itu. “Kemarin sekitar jam 12.10-an orangnya datang, beli es teh. Habis itu cerita kalau dia itu intel dan habis nangkep begal. Tidak hanya itu, pelaku seakan-akan mendapat telepon dari rekannya dan mengaku baru saja menangkap begal lagi,” ujarnya saat diwawancarai pada Minggu (23/11/2025).
Setelah membayar minuman, pelaku kemudian mendekati Mei dan meminta izin untuk meminjam kamera. “Saya bilang nggak punya, tapi orangnya tetap memaksa,” jelas Mei.
Korban kemudian memberikan alasan bahwa HP miliknya tidak bisa digunakan karena penyimpanannya penuh. Saat korban menunjukkan HP tersebut, pelaku langsung mengambil dan kabur sekitar pukul 12.20 WIB. Mei sempat mengejar pelaku hingga lampu merah Desa Sambong, namun kehilangan jejak.
Menurut korban, pelaku beraksi seorang diri dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat. “Pelakunya satu orang. Ciri-cirinya sudah berumur, agak gemuk, warna kulit sawo matang, pakai helm honda lama, dan baju lengan panjang dan memakai kaca mata hitam,” jelasnya.
Akibat pencurian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp 2,5 juta. Ia telah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian dan kasus saat ini tengah dalam penyelidikan aparat Polres Jombang.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi warga agar berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan petugas atau intel, terutama bagi pedagang dan masyarakat yang berinteraksi langsung dengan orang asing.









