Ketahuan Curi Pompa Air di Mushola Ngusikan, Pria Asal Megaluh Langsung Ditangkap

Foto : Polisi saat olah tkp pencurian pompa air di musala Nurul Ikhlas, Keboan Lor, Ngusikan, Jombang. (Istimewa)
  • Whatsapp

NGUSIKAN, KabarJombang.com – Aksi pencurian pompa air di sebuah musala di Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, berhasil digagalkan berkat kesigapan warga dan aparat kepolisian. Pelaku yang berusaha melarikan diri akhirnya tertangkap tidak jauh dari lokasi kejadian, Senin (3/11/2025).

Kapolsek Ngusikan, Iptu Suraji, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan seorang pria yang kedapatan mencuri pompa air merek Shimizu milik Mushola Nurul Ikhlas, Dusun Keboan Lor, Desa Keboan, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang.

Baca Juga

“Pelaku tertangkap tak lama setelah beraksi. Warga yang curiga segera melapor, dan anggota kami langsung bergerak ke lokasi,” ujar Suraji saat dikonfirmasi.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, ketika Ahmad Nur (54), takmir mushola sekaligus pelapor, sedang memberi makan ternak di belakang rumahnya. Ia mendengar suara mencurigakan dari arah mushola, mirip suara gergaji besi.

“Setelah dicek, pelapor tidak menemukan siapa pun, namun beberapa saat kemudian melihat seorang pria membawa pompa air keluar dari mushola,” lanjut Suraji.

Kecurigaan itu terbukti benar. Warga kemudian mengejar pelaku yang diketahui bernama Ahmad Nur (52), warga Dusun Balongganggang, Desa Balonggemek, Kecamatan Megaluh. Pelaku akhirnya berhasil diamankan bersama unit Reskrim Polsek Ngusikan.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa pompa air Shimizu, gergaji besi, dan sepeda motor Honda Beat yang digunakan untuk beraksi.

Kini pelaku ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Ia dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, yang ancamannya mencapai tujuh tahun penjara.

“Kasus ini jadi pengingat penting agar masyarakat lebih waspada terhadap lingkungan sekitar, terutama tempat ibadah yang sering kali menjadi sasaran pencurian,” imbau Iptu Suraji.

Berita Terkait