MOJOAGUNG, KabarJombang.com — Sejumlah pelaku usaha kecil di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, mengaku resah setelah muncul dugaan aksi pemerasan berkedok penindakan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran. Pelaku diduga mengatasnamakan aparat penegak hukum untuk meminta sejumlah uang kepada pemilik maupun penjaga Toko Madura.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan aksi tersebut terjadi di beberapa lokasi dengan modus serupa. Pelaku mendatangi toko pada malam hari, lalu menuduh pedagang melanggar aturan karena menjual bensin eceran. Dalam situasi yang menekan, korban kemudian diminta menyerahkan uang agar persoalan tidak dibawa ke ranah hukum.
Salah satu korban berinisial S mengaku didatangi dua pria tak dikenal saat menjaga sebuah Toko Madura di wilayah Mojoagung pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Menurut keterangannya, salah satu pelaku mengenakan jaket ojek online berwarna hijau, sedangkan seorang lainnya memakai hoodie dan helm yang tetap dikenakan untuk menutupi identitas.
“Mereka datang dan langsung menuduh toko ini melanggar aturan karena menjual bensin eceran,” ujar S kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).
Korban menuturkan, kedua pria tersebut berbicara dengan nada tinggi dan meminta uang damai sebesar Rp1 juta. Karena merasa tertekan, ia mencoba menjelaskan bahwa dirinya hanya bekerja sebagai penjaga toko, bukan pemilik usaha.
“Saya sempat bilang kalau memang ingin meminta uang sebanyak itu, sebaiknya bicara langsung dengan pemilik toko. Tapi mereka menolak,” katanya.
S juga mengungkapkan bahwa anaknya sempat merekam kejadian tersebut secara diam-diam karena merasa curiga terhadap gerak-gerik kedua pelaku.
Dalam proses negosiasi yang berlangsung cukup tegang, korban mengaku hanya memiliki uang tunai Rp200 ribu. Namun karena terus mendapat tekanan, ia akhirnya menyerahkan uang sebesar Rp500 ribu yang diambil dari uang operasional toko.
“Daripada situasinya makin ramai dan saya khawatir terjadi sesuatu, akhirnya saya kasih Rp500 ribu,” tuturnya.
Kasus ini memunculkan keresahan di kalangan pedagang kecil di Mojoagung. Mereka berharap aparat kepolisian segera turun tangan mengusut dugaan aksi premanisme yang mencatut nama institusi kepolisian tersebut.
S berharap ada langkah konkret agar para pedagang dapat menjalankan usaha dengan rasa aman.
“Saya berharap polisi bisa segera menindak supaya kami bisa berjualan dengan tenang,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyatakan pihaknya telah menindaklanjuti informasi tersebut dengan menerjunkan tim ke lokasi kejadian.
“Terima kasih atas informasinya, akan kami tindak lanjuti,” kata Ardi melalui pesan singkat.
Polres Jombang menegaskan komitmennya untuk mengusut dugaan praktik pemalakan yang meresahkan masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil di wilayah Kabupaten Jombang.









