PETERONGAN, KabarJombang.com – Sebuah toko di Dusun/Desa Bongkot, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, menjadi sasaran pencurian. Kejadian tersebut terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di dalam toko.
Pemilik toko, Mei Sawitri (33), menjelaskan bahwa aksi pencurian diperkirakan terjadi pada Sabtu, (27/12/2025) pagi. Namun, kejadian itu baru diketahui dua hari kemudian saat ia melakukan pengecekan persediaan barang.
“Saya baru sadar Senin siang waktu cek stok. Rokok yang biasanya masih banyak ternyata berkurang,” ungkap Mei, saat diwawancarai pada Selasa (30/12/2025).
Awalnya, Mei mengira rokok tersebut telah terjual. Akan tetapi, kecurigaan muncul setelah ia menanyakan penjualan kepada penjaga toko yang mengaku rokok tidak terlalu laku dalam beberapa hari terakhir. Dari situlah ia memutuskan untuk memeriksa rekaman CCTV.
“Setelah dicek CCTV, ternyata benar ada orang yang masuk dan mengambil rokok,” ujarnya.
Dalam rekaman terlihat seorang pria dengan tubuh kurus beraksi seorang diri. Pelaku mengenakan hoodie berwarna cokelat muda, topi, serta celana pendek berbahan jeans.
Menurut Mei, pelaku datang dari arah barat dan memarkir sepeda motor Honda Beat berwarna hitam tidak jauh dari lokasi toko. Setelah memastikan kondisi sekitar aman, pria tersebut masuk ke dalam toko.
Saat kejadian berlangsung, penjaga toko sedang berada di warung sebelah yang masih satu area, sehingga tidak menyadari adanya orang yang masuk.
“Karena penjaga ada di warung sebelah, jadi tidak tahu kalau ada pencuri,” jelasnya.
Pelaku sempat mengambil tiga slop rokok dari etalase dan membawanya keluar. Tidak lama kemudian, ia kembali masuk untuk mengambil satu slop rokok lainnya.
“Total yang hilang empat slop rokok, kerugiannya diperkirakan sekitar Rp900 ribu,” tambah Mei.
Kasus pencurian tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Kapolsek Peterongan, Iptu Solihin Budi Santoso, membenarkan adanya laporan dari korban dan menyatakan bahwa perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
“Laporan sudah kami terima dan saat ini masih kami dalami,” ujarnya.









