Tak Hanya Sekedar Hobi, Tanaman Bonsai Merupakan Seni Hidup Bagi Pria Asal Diwek Jombang Ini

Foto : Muhammad Masrur ketika sedang merawat tanaman bonsai miliknya. (Istimewa/KabarJombang).
  • Whatsapp

DIWEK, KabarJombang.com – Halaman rumah Mohamad Masrur (48), warga Perum Citra Raya Blok E1-8, Desa Pandanwanggi, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur, disulap menjadi galeri bonsai yang memikat perhatian pecinta tanaman hias. Koleksi bonsai pribadi miliknya kini menjadi sorotan, tak hanya karena keindahan bentuknya, tetapi juga karena dedikasi dan ketekunan di balik perawatannya.

Puluhan tanaman bonsai dari berbagai jenis tertata rapi di halaman rumah tersebut. Di antaranya terdapat ulmus mikro Thailand, cemara sargenti, dan beringin dollar, dengan usia tanaman yang berkisar antara 10 hingga 20 tahun. Masrur mengaku telah mengikuti puluhan kontes bonsai, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Baca Juga

“Bonsai bagi saya bukan sekadar tanaman, tetapi seni hidup yang membutuhkan ketelatenan,” ungkap Masrur saat ditemui.

Menurutnya, perawatan bonsai memerlukan perhatian penuh, mulai dari penyiraman, pemupukan, hingga proses pembentukan yang sangat teliti. Ia mencontohkan bahwa pertumbuhan satu ranting saja bisa memakan waktu berbulan-bulan.

Tidak hanya menjadi sarana penyaluran hobi, bonsai juga membuka peluang ekonomi. Masrur pernah menjual salah satu koleksinya, bonsai jenis santigi, dengan harga puluhan juta rupiah usai dipamerkan di Bojonegoro. “Ukuran bonsainya kecil, tetapi kualitasnya unggul,” jelasnya.

Ia menyarankan para pemula untuk tidak tergiur harga murah saat membeli bonsai. Investasi pada bonsai berkualitas dinilai lebih menguntungkan dalam jangka panjang.

Masrur juga turut menekankan pentingnya memahami karakteristik setiap tanaman.
“Setiap pohon punya kebutuhan berbeda. Ada yang menyukai kelembaban tinggi, ada juga yang tidak,” ujarnya.

Ia menggunakan media tanam berupa campuran pupuk kambing, pasir Malang, dan sekam, untuk menunjang pertumbuhan tanaman bonsai miliknya. Komposisi ini dinilai mampu menciptakan lingkungan tumbuh yang optimal bagi bonsai.

Dengan ketekunan dan kecintaan terhadap seni merawat tanaman, Masrur membuktikan bahwa bonsai bukan sekadar hiasan, melainkan ekspresi seni dan kesabaran yang hidup.

Berita Terkait