Sentra Tenun Jombang Tembus Pasar Interior Lewat Inovasi Tirai Bambu

Foto : Tim dosen PCU Surabaya yang berinovasi mengembangkan tenun menjadi produk interior di sentra tenun Wastra Sejahtera Penggaron, Mojowarno, Jombang. (Istimewa)
  • Whatsapp

MOJOWARNO, KabarJombang.com – Tenun khas Jombang kini tak lagi terbatas pada sarung dan kain tradisional. Berkat inovasi para perajin di Dusun Penggaron, Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno, tenun lokal berhasil ditransformasi menjadi produk interior modern berupa tirai jendela (window blind) berbahan bambu dan benang tenun.

Produk inovatif ini lahir dari kolaborasi antara Kelompok Masyarakat (Pokmas) Tenun Wastra Sejahtera dengan tim dosen Program Studi Desain Interior Petra Christian University (PCU) Surabaya. Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas pasar tenun Jombang ke sektor desain interior yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Tirai jendela yang dihasilkan memadukan anyaman lidi bambu dengan motif tenun khas daerah. Produk ini memiliki karakter kokoh, semi-transparan, serta menghadirkan nuansa alami dan etnik yang selaras dengan tren hunian modern.

Program pengembangan tersebut didukung hibah Program Inovasi Seni Nusantara dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun 2025. Selain melahirkan produk baru, kegiatan juga mencakup revitalisasi sentra produksi tenun serta penyerahan berbagai peralatan pendukung, mulai dari alat tenun hingga perlengkapan pengolahan bambu.

Ketua tim dosen PCU, Sherly de Yong, menyampaikan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi fondasi utama pengembangan produk. Proses perancangan dilakukan bersama antara akademisi, mahasiswa, dan perajin agar produk yang dihasilkan mampu menjawab selera pasar masa kini tanpa meninggalkan identitas tradisional.

“Inovasi tenun ke produk interior membuka peluang diversifikasi yang lebih luas. Tidak hanya tirai, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi hiasan dinding hingga taplak meja,” ujarnya usai peresmian revitalisasi Pokmas Tenun Wastra Sejahtera, Senin (15/12/2025).

Dosen PCU sekaligus pendamping Pokmas, Lintu Tulistiyantoro, menuturkan bahwa transformasi ini berangkat dari keterbatasan pasar fashion. Menurutnya, sektor interior menawarkan peluang yang lebih berkelanjutan bagi para perajin.

“Pendampingan telah berlangsung sejak September 2025, meliputi pemetaan potensi, pelatihan desain motif, penguatan pemasaran digital, hingga pembuatan prototipe produk interior berbasis tenun bambu,” jelasnya.

Saat ini, produk window blind tenun bambu dipasarkan secara custom dengan harga mulai Rp150 ribu untuk ukuran 45 x 90 sentimeter hingga Rp700 ribu, tergantung tingkat kerumitan desain. Proses produksinya membutuhkan ketelitian tinggi, terutama pada pengerjaan motif. Dalam sehari, satu perajin mampu menyelesaikan sekitar empat hingga lima unit.

“Produk interior memiliki siklus pasar yang lebih panjang, sehingga menjadi alternatif agar perajin tidak bergantung sepenuhnya pada pasar kain dan busana,” tambah Lintu.

Ia juga menyebutkan bahwa sebagian besar perajin merupakan ibu-ibu rumah tangga yang sebelumnya menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dari pabrik tenun, dengan jumlah anggota Pokmas mencapai 16 orang.

“Hasil produksinya banyak dikirim ke pusat oleh-oleh di kawasan wisata Gunung Bromo, serta dipasarkan ke sejumlah daerah seperti Jakarta, Kalimantan, dan wilayah lainnya,” ungkapnya.

Ketua Pokmas Tenun Wastra Sejahtera, Nusa Amin, menyambut positif pengembangan tersebut. Ia menilai inovasi ini sebagai langkah penting untuk membawa tenun Jombang menembus pasar yang lebih luas.

“Dengan inovasi ini, kami berharap tenun Jombang semakin dikenal dan mampu meningkatkan kesejahteraan para perajin,” katanya.

Ke depan, kolaborasi lintas sektor diharapkan terus berlanjut, terutama dalam aspek promosi dan pemasaran. Dukungan pemerintah daerah dinilai penting agar produk tenun berbasis interior ini mampu bersaing di pasar nasional.

Melalui sentuhan inovasi desain dan ketekunan perajin lokal, tenun Jombang kini hadir bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai elemen fungsional yang mempercantik ruang hidup modern.

Berita Terkait