Pelajar SMA di Jombang Sukses Raup Omzet Jutaan dari Pisang Goreng Kekinian Berwadah Besek

Foto: Pelajar SMA di Jombang yang sukses berwirausaha pisang goreng kekinian berwadah besek. (Kevin Nizar)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Kreativitas dan kejelian melihat peluang usaha ditunjukkan oleh Diana Putri Sari (17), pelajar SMA asal Jombang. Berbekal tanaman pisang yang tumbuh subur di belakang rumah, Diana berhasil mengembangkan usaha “Pisang Goreng Nasional”, jajanan pisang goreng kekinian yang kini banyak diminati warga.

Usaha yang berlokasi di Komplek Pertokoan Stadion Merdeka, Jalan Hayam Wuruk, Desa Candimulyo, Kecamatan/Kabupaten Jombang ini mengusung konsep modern namun tetap bernuansa tradisional. Produk dikemas menggunakan besek bambu premium yang ramah lingkungan dan cocok dijadikan oleh-oleh.

Baca Juga

Diana menceritakan, ide usaha muncul sekitar satu tahun lalu, pada 2025. Melihat banyaknya pohon pisang di pekarangan rumah, ia berinisiatif mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi.

“Daripada pisangnya tidak dimanfaatkan, kepikiran untuk dijadikan makanan yang bisa menghasilkan uang,” ujar Diana saat ditemui di lokasi usahanya, Jumat (9/1/2026).

Meski masih duduk di bangku kelas X SMA, Diana mengaku mampu membagi waktu antara sekolah dan berwirausaha. Sepulang sekolah, waktu luangnya ia gunakan untuk mengelola usaha.

“Pulang sekolah masih ada waktu luang. Daripada tidak melakukan apa-apa, lebih baik buka usaha,” katanya.

Pisang Goreng Nasional menawarkan berbagai varian topping kekinian dengan harga terjangkau. Mulai original Rp14 ribu, gula palm Rp16 ribu, cokelat Rp18 ribu, tiramisu Rp18 ribu, keju Rp20 ribu, hingga paket kombinasi seperti tiramisu cheese dan choco cheese Rp22 ribu. Dari seluruh varian tersebut, gula palm dan choco cheese menjadi favorit pelanggan.

Bahan utama menggunakan pisang gepok dengan kebutuhan 4–6 tandan per hari. Rata-rata penjualan mencapai sekitar 150 porsi per hari dengan omzet kurang lebih Rp2 juta per hari.

Selain pembelian langsung, pemasaran juga dilakukan melalui layanan pesan antar online seperti GoFood dan ShopeeFood. Saat ini, usaha tersebut baru memiliki satu cabang utama.

Proses produksi dilakukan secara teliti. Pisang dikupas, dicelupkan ke adonan, lalu digoreng dua kali hingga menghasilkan tekstur renyah. Setelah matang, pisang disusun dalam besek bambu dan diberi topping dua lapis di bagian tengah dan atas kemudian ditutup rapi.

Ke depan, Diana berharap usahanya terus berkembang dan dapat membuka cabang baru. Ia membuktikan bahwa usia muda bukan menjadi penghalang untuk berkarya dan mandiri secara ekonomi selama ada kemauan dan kreativitas.

Salah satu pelanggan, Nur Hamid (56), mengaku kerap membeli produk tersebut.

“Rasanya mantap, nikmat, kremes-kremes. Cocok untuk camilan maupun oleh-oleh,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi penggunaan besek bambu. “Wadahnya tradisional, dari besek bambu, bagus dan lebih ramah lingkungan,” tambahnya.

Berita Terkait