NGUSIKAN, KabarJombang.com – Banjir yang merendam area persawahan di Dusun Ketapang Rejo, Desa Ketapang Kuning, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, tidak hanya berdampak bagi para petani yang terancam gagal panen. Di sisi lain, peristiwa ini justru menghadirkan berkah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi.
Sejak banjir terjadi, arus warga yang datang ke wilayah tersebut meningkat. Kondisi ini dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dengan membuka lapak-lapak sederhana di tepi jalan. Berbagai produk UMKM seperti makanan ringan, minuman, gorengan, pentol, kopi, serta jajanan anak-anak laris terjual.
Agus (42), pedagang makanan ringan, mengaku pendapatannya naik signifikan selama banjir berlangsung.
“Biasanya saya jualan keliling dan kadang sisa. Sekarang buka lapak di dekat lokasi banjir, dagangan habis lebih cepat. Alhamdulillah ada tambahan penghasilan,” ujarnya.
Surya (28), pelaku UMKM minuman, juga merasakan hal yang sama. Menurutnya, perputaran uang di wilayah tersebut meningkat karena banyaknya pengunjung yang membeli jajanan.
“Setiap sore ramai. Banyak yang beli kopi, minuman, sama camilan. Ini benar-benar rezeki bagi pedagang kecil di sini,” katanya.
Banjir yang pada awalnya menjadi musibah bagi sektor pertanian, secara tidak langsung membuka peluang ekonomi baru di tingkat UMKM. Lapak-lapak dadakan yang muncul menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga yang terdampak.
Namun para pedagang menyadari bahwa berkah ekonomi ini bersifat sementara.
“Kami bersyukur bisa terbantu dari sisi ekonomi, tapi tetap berharap banjir cepat surut agar sawah bisa ditanami lagi,” ujar Rina, salah satu pedagang.
Keberadaan UMKM di sekitar lokasi banjir dinilai membantu perekonomian warga, terutama mereka yang penghasilannya bergantung pada sektor informal. Pemerintah desa diharapkan dapat memberi dukungan dan penataan agar aktivitas UMKM tetap tertib dan tidak mengganggu upaya penanganan banjir. (Ramadhanny Ilmianto)









