MOJOAGUNG, KabarJombang.com – Tono Saputro (44) warga Desa Dukuh Mojo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, berhasil menjadi pengusaha karangan bunga sejak 6 tahun. Tono memanfaatkan pengalamannya selama bekerja sebagai pegawai pengerajin karangan bunga di Surabaya selama 9 tahun.
Ia menjelaskan alasannya mendirikan UMKM, karena ingin memberdayakan sebagian warga Desa Dukuh Mojo untuk turut terlibat dalam proses pembuatan karangan bunga.
“Alasan saya berangkat dari pengalaman yang sudah saya peroleh selama 9 tahun sebagai karyawan pengerajin bunga di Surabaya kemudian saya ingin mengaplikasikan pengalaman saya dengan cara mendirikan UMKM sendiri. Alhamdulillah saat ini saya sudah memiliki 7 orang karyawan ditambah dengan 10 karyawan ibu-ibu yang bertugas merancang bunga kain atau bunga artificial,” ucapnya.
Pemesanan karangan bunga tidak hanya berasal diruang lingkup Kabupaten Jombang, melainkan luar wilayah kabupaten Jombang hingga luar pulau Jawa. Hal itu disebabkan karena Tono Saputro memanfaatkan jejaring sosial yang selama ia peroleh dari berbagai macam komunitas.
“Kalau pemesanan saya melayani seluruh Indonesia, ditambah dengan adanya komunitas-komunitas menjadikan pemasaran lebih luas. Saya pernah melayani pemesanan karangan bunga sampai ke wilayah Papua,” jelasnya.
Omset yang diperolehnya dalam sehari menyesuaikan dengan ramai dan sepinya pemesanan karangan bunga. Ketika sepi pemesanan Tono Saputro sehari bisa memperoleh Rp400.000, sedangkan ketika ramai penghasilan dalam sehari bisa mencapai Rp1.000.000 lebih.
“Semua tergantung dengan pemesannya. Kalau sepi sehari hanya Rp400.000, sedangkan ketika ramai pemesanan bisa sampai Rp3.000.000 hanya dalam sehari,” paparnya.
Harga karangan bunga karya Tono Saputro memiliki harga yang bervariasi. Ia mematok harga karangan bunga paling murah yakni Rp400.000.
“Harga bervariasi tergantung permintaan pemesanan yang paling murang seharga Rp400.000 dan yang paling mahal itu Rp3.000.000,” paparnya.
Sementara itu, ramainya pemesanan karangan bunga tidak monoton pada momen-momen tertentu. Hampir setiap hari Tono Saputro memproduksi karangan bunga.
“Kalau pemesanan tindak hanya momen hajatan saja, melainkan pemesanan karangan bunga biasanya digunakan ketika ada acara pembukaan perusahaan atau acara formal lainnya, kemudian ketika ada orang yang meninggal dunia sebagian juga memesan karangan bunga. Jadi intinya tidak ada momen tertentu, semua momen yang berhubungan dengan bunga-bunga,” ungkapnya.
Pemesanan karangan bunga tidak hanya berasal diruang lingkup Kabupaten Jombang, melainkan luar wilayah kabupaten Jombang hingga luar pulau Jawa. Hal itu disebabkan karena Tono Saputro memanfaatkan jejaring sosial yang selama ia peroleh dari berbagai macam komunitas.
“Kalau pemesanan saya melayani seluruh Indonesia, ditambah dengan adanya komunitas-komunitas menjadikan pemasaran lebih luas. Saya pernah melayani pemesanan karangan bunga sampai ke wilayah Papua,” jelasnya.
Sekali pembuatan Tono Saputro beserta rekan kerjanya mampu menghasilkan lebih dari 3 karangan bunga. Namun, pembuatan karangan bunga tersebut menentukan banyak atau tidaknya pemesanan.
“Sehari saya dan teman-teman bisa menghasilkan 5 karangan bunga, terkadang 1 karang bunga, tentunya kami menyesuaikan dengan jumlah pemesanan yang ada,” pungkasnya.








