JOMBANG,KabarJombang.com – Mediasi tripartit antara buruh, manajemen PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Diwek, Jombang, dan Serikat Buruh Plywood Jombang (SBPJ) yang difasilitasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang belum membuahkan hasil.
Pertemuan yang digelar pada Selasa (7/4/2026) itu masih gagal menemukan titik temu dalam perselisihan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pembayaran pesangon karyawan.
Ketua SBPJ, Hadi Purnomo, mengatakan pihak perusahaan tetap bertahan pada kebijakannya meski tuntutan buruh telah disampaikan dalam forum mediasi.
“Hasilnya masih belum ada titik temu. Perusahaan tetap pada pendiriannya dengan alasan merugi sehingga harus melakukan efisiensi,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia menyebut, berdasarkan penjelasan manajemen, perusahaan tetap melanjutkan kebijakan PHK dengan skema pembayaran pesangon secara bertahap.
“Pesangon akan dibayarkan dengan sistem angsuran selama 10 bulan,” jelasnya.
Karena belum ada kesepakatan, mediasi akan dilanjutkan ke tahap berikutnya yang dijadwalkan kembali oleh Disnaker Jombang.
Hadi menegaskan, jika mediasi lanjutan kembali menemui jalan buntu, pihaknya akan menggelar rapat internal untuk menentukan langkah selanjutnya.
“Kami akan rapat dengan jajaran pengurus untuk menentukan sikap jika mediasi berikutnya tetap tidak menghasilkan keputusan,” tegasnya.
Di sisi lain, SBPJ juga mempertanyakan klaim kerugian yang disampaikan perusahaan. Berdasarkan laporan anggota di lapangan, perusahaan disebut masih melakukan aktivitas perekrutan tenaga kerja baru dengan sistem borongan.
“Katanya merugi, tapi di lapangan justru ada briefing penambahan tenaga kerja baru,” ungkapnya.
Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnaker Jombang, Aswin Andi Saputra, membenarkan bahwa mediasi saat ini masih dalam tahap pengumpulan data dari kedua belah pihak.
“Hasil sementara masih sebatas menghimpun data. Mediasi akan dilanjutkan kembali. Sesuai ketentuan, Disnaker hanya memfasilitasi, dan nantinya mediator akan mengeluarkan anjuran yang kemudian dikembalikan kepada para pihak,” jelasnya.
Sementara itu, pihak manajemen PT SGS melalui HRD Heri Satriono belum memberikan tanggapan resmi hingga berita ini diturunkan, meski telah dihubungi oleh tim jurnalis.









