Jelang Lebaran, Pedagang Bunga Ziarah Jombang Diserbu Pembeli, Harga Melonjak Drastis

Foto: Pedagang bunga ziarah di Jl RE Martadinata, Kepatihan, Jombang yang kebanjiran pesanan. (Kevin Nizar)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, pedagang bunga ziarah di Kabupaten Jombang mulai merasakan lonjakan permintaan yang signifikan. Tradisi nyekar atau ziarah kubur yang semakin marak dilakukan masyarakat mendorong peningkatan penjualan hingga 50 persen dibandingkan hari biasa.

Pemandangan ini terlihat di sepanjang Jalan RE Martadinata, Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang. Lapak-lapak bunga dipadati pembeli sejak beberapa hari terakhir, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk berziarah ke makam keluarga menjelang Lebaran.

Baca Juga

Anton (30), salah satu pedagang bunga ziarah di lokasi tersebut, mengungkapkan bahwa lonjakan pembeli sudah terasa sejak lima hari terakhir.

“Naiknya hampir 50 persen dari hari biasa. Sudah sekitar lima hari ini ramai,” ujarnya saat ditemui di lapaknya.

Tak hanya dari sisi permintaan, harga bunga juga mengalami kenaikan tajam. Jika biasanya satu kantong plastik merah berisi campuran bunga dijual Rp20 ribu, kini harganya melonjak hingga Rp100 ribu atau naik sekitar 400 persen.

Menurut Anton, kenaikan ini dipengaruhi oleh tingginya permintaan serta harga dari pemasok yang turut meningkat.

“Kalau hari biasa lebih murah. Sekarang satu kantong Rp100 ribu. Isinya bunga pacar, kenanga, dan mawar, biasanya untuk nyekar ke makam,” jelasnya.

Meski demikian, Anton mengaku sulit menghitung secara pasti peningkatan omzet hariannya. Namun, ia memastikan adanya kenaikan pendapatan dibanding hari-hari biasa.

“Kalau penjualan tidak pasti, tapi jelas ada kenaikan,” tambahnya.

Di sisi lain, kondisi ini juga dirasakan oleh para pembeli. Elis (40), warga Kecamatan Megaluh, mengaku tetap membeli bunga meski harga melonjak tinggi karena kebutuhan untuk berziarah.

“Hari ini beli bunga sedap malam sama bunga buat nyekar. Mau dipakai besok ke makam ayah,” ujarnya.

Ia menyebut, kenaikan harga bunga sedap malam sangat terasa. Jika sebelumnya Rp10 ribu bisa mendapatkan tiga batang, kini dengan harga yang sama hanya memperoleh satu batang saja.

“Memang momennya mau nyekar, jadi harganya benar-benar tinggi,” keluhnya.

Kendati harga melonjak, tradisi ziarah kubur menjelang Lebaran tetap menjadi prioritas bagi masyarakat.

Hal ini membuat pedagang bunga ziarah tetap kebanjiran berkah musiman, meski di sisi lain pembeli harus merogoh kocek lebih dalam.

Berita Terkait