Dalam KA Dilarang, Warga Kwijenan Jombang Jualan Buku di Teras Minimarket

Sutrisno saat menjaga buku dagangannya di teras sebuah minimarket di Jombang. (Diana Kusuma).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com-Demi mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Seorang warga Kwijenan, Kecamatan/Kabupaten Jombang, harus rela berjualan buku di teras sebuah minimarket di Jalan Adityawarman, Jombang.

Aktifitas mencari ini dilakuan di emper toko (Perko) selepas tak lagi bisa berjualan di dalam kereta api (KA)  yang dilakoninya sejak tahun 1990 lalu.

Baca Juga

Adalah Sutrisno (41) yang tiap harinya berjualan di teras tersebut. Dia menunggui dagangannya tanpa duduk mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB. Sutrisno hanya membeber sehelai alas berwarna putih dengan menjejer beberapa macam buku yang siap dibeli pengunjungnya.

Menurut Sutrisno, berjualan buku adalah satu aktifitas yang cocok dengan dirinya. Sehingga tidak akan beralih kepada barang lain. Selain itu, katanya, dengan berjualan buku sama halnya dengan ikut membantu seseorang untuk belajar dari setiap intisari buku yang dibelinya.

“Kalau orang Jawa katanya ‘jodoh’, saya berjualan buku sudah cocok dan awet sampai sekarang jualannya. Sebelumnya jualan pentol tapi manfaatnya tidak seperti jualan buku,”tuturnya saat ditemui KabarJombang.com Jumat (18/6/2021).

Sejak tak lagi dapat berjualan dalam kereta api seperti era disaat semua penjual masih dapat menjajakan barang dagangannya. Dia mengaku hanya menerima kondisi tersebut.

“Ya mau gimana lagi sudah begitu, dulu masih zamannya ada kereta Jaya Baya saya, sempat menangi sudah jualan itu,”katanya.

Karena berjualan di toko atau tempat yang layak. Tak ayal jika sengatan matahari mulai memuncak membuat Sutrisno sedikit mengeluh. Namun tetap dilakoninya agar setiap buku yang telah dibawanya memakai tas punggung hitam tetap laku terjual dan menambah pundi-pundi uangnya untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

“Ya pasti kena panas, bisa dilihat tempatnya sendiri begini. Tapi nggak apapa tetap berjualan meski beberapa hari ini tidak ada yang laku,”ungkapnya lirih dengan raut sedih.

Sebelum berjualan di teras tersebut, Sutrisno pernah berjualan di beberapa sekolah tingkat TK dan SD. Namun dengan adanya pandemi dan sekolah daring, membuatnya harus memutar otak agar buku-buku yang sudah dibelinya dari distributor dapat laku terjual.

Beragam buku yang dipatok dengan harga mulai Rp 7 ribu tersebut dijejernya setiap hari. Terlihat ada buku tentang mewarnai, cara membaca, mengenal huruf, tuntunan sholat, dan juz amma, serta beberapa jenis buku lain. Sutrisno berharap buka yang dijualnya bisa ludes diborong pembeli yang melihatnya.

“Akan saya lakukan pekerjaan ini untuk mencukupi kebutuhan hidup serta masa depan saya,”ucapnya.

Melihat kondisi Sutrisno, membuat Zafira seorang siswi SMA Negeri di Jombang bersimpati dengan Sutrisno. Siswi ini memberikan sekantong makanan untuk Sutrisno.

“Kebetulan pas Jumat berkah, dan melihat bapaknya di pojokan jualan buku kasihan. Makanya saya kasih tadi,”pungkas Zafira.

 

 

Iklan Bank Jombang 2024

Berita Terkait