Di Luar Dugaan, Pemuda Peterongan ini Ketemu Jodoh Lewat Twitter

Ichwan dan Khusnul saat di pelaminan.
  • Whatsapp

PETERONGAN, KabarJombang.com – Jodoh memang tidak ada yang tahu dari mana datangnya. Rencana Tuhan terkadang mengejutkan.

Adalah M. Ichwannudin, yang barangkali dianugerahi Tuhan mencicip keajaiban-Nya itu. Pria asal Peterongan, Kabupaten Jombang itu tanpa diduga dikejutkan Tuhan dengan menemukan jodoh hanya lewat saling balas mention di twitter, keduanya jarang bertatap muka.

Baca Juga

Kepada KabarJombang.com (Kelompok Faktual Media) Icwan mengaku pertemuan dengan istrinya yang bernama Khusnul Khotimah, semula hanya saling membalas mention di Twitter.

“Aku kenalnya dari twitter, pas aku bikin tweet hasil Reetweet an dari akun moh_ilham “cantikmu mubadzir jika masih ninggalin sholat” kemudian dia ini ngereply tweet-ku “bimbing dong” lalu aku bales “bisa kok ngebimbing namun sekedar menginggatkan sholat saja,” katanya, Jum’at (15/11/2019) petang.

Sebelum saling berbalas tweet, Ichwan sama sekali tak mengenal si pembalas tweet-nya yang kemudian menjadi istrinya itu.

“Baru kenal ya di twitter mas, belum pernah ketemu sebelumnya,” ujarnya.

Pria lulusan Universitas Islam Malang ini mengatakan, sejak saling berbalas tweet untuk mengingatkan salat dan bertukar kontak WhatsApp, dirinya mulai dekat dengan Khsunul, namun sampai di situ belum ada hubungan spesial.

Lebih lanjut, pria yang saat ini mengajar di salah satu SMP di Peterongan ini, mengenal istrinya sejak Oktober 2018 dan selama itu jarang bertemu.

“Kenalnya bulan Oktober tahun 2018. Baru ketemu itu pun awal bulan November 2018, itu juga cuma nganterin buku pesenannya dia, ya biasa-biasa aja mas, cuma saling balas chat aja,” kata dia.

Sejak itu Ichwan mulai sering Chattingan, Long Distance Relationship (LDR) dengan Khusnul. Dari mulai saling mengingatkan salat subuh sampai bertukar pengalaman dan saling memberikan semangat satu sama lain.

“Ya saya sering chat, ngingetin salat subuh, alhamdulillahnya dibalas, kadang dia juga ngasih semangat ke saya untuk ngerjain dan nyelesaiin skripsi, pokoknya saling berbagi mas,” tuturnya.

Komunikasi jarak jauh hanya lewat chat saat itu, dikarenakan Ichwan masih di Malang untuk kuliah, sedangkan Khusnul bekerja di perusahaan kontraktor bangunan di Surabaya.

Setelah lulus kuliah dan menekuni profesi sebagai guru, Ichwan pun mantap meminang Khusnul sebagai istrinya.

“Saya lamaran tanggal 4 Agustus, akad nikahnya tanggal 30 Agustus dan tanggal 10 November kemarin acara resepsinya mas,” imbuhnya.

Untuk mahar, pria 23 tahun ini tidak mengeluarkan uang sepeserpun. Maharnya cukup seperangkat alat salat.

Usai menikah pasangan ini pun tetap LDR-an, Ichwan bekerja sebagai guru di Jombang, sementara sang istri masih melanjutkan bekerja di Surabaya.

Namun, sebagai lelaki yang mempunyai tanggung jawab terhadap istrinya, Seminggu sekali Ichwan ke Surabaya untuk temu kangen dengan sang istri.

“Setiap ada libur saya ke Surabaya. Kalau ada libur agak panjang, dia tak ajak ke Jombang. Sekarang juga sudah hamil delapan minggu, jadi agak kasihan kalau diajak ke sana ke sini,” tandasnya.

Kisah nyata Ichwan dan Khusnul ini adalah sepenggal pesan bahwa jodoh sudah ada yang mengatur.

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.