Bir Halal Buatan Jombang Jadi Minuman Favorit Cafe di Jakarta

bir halal jombang
Bir Halal asal Ngoro Jombang dalam berbagai kemasan. Foto : Daniel
  • Whatsapp

NGORO, KabarJombang.com – Limun beruap dengan produk andalannya coffee beer milik PT Tirta Agung Ngoro Jombang, kini kian digandrungi. Minuman yang di produksi pabrik pembuatan limun di Jalan Supriyadi Ngoro ini, dulu kurang begitu diminati di pasar lokal. Namun siapa sangka, di kota-kota besar seperti Surabaya dan Jakarta, limun beruap kini justru menjadi minuman favorit eksekutif muda.

Machroni Kusuma misalnya, CEO salah satu portal berita di Jakarta ini mengaku suka minuman beruap tersebut karena memiliki kekhasan tersendiri. “Di kawasan Bintaro misalnya, kedai-kedai kopi disana banyak menyediakan minuman ini,” ungkap Kang Onnih panggilan akrab Machroni Kusuma.

Baca Juga

Senada juga diungkapkan Ismoko, rekan sejawat Kang Onnih. Ismoko bahkan mengaku telah memesan satu dus minuman coffee beer melalui marketplace. “Pas tujuh belasan kemarin pesen satu dus,” ulang Ismoko meyakinkan betapa minuman ini cukup di gandrungi pasar.

Meroketnya limun beruap ini diakui pemilik usaha, Ny Mintaredja berawal dari keisengan sejumlah mahasiswa untuk ikut memasarkan. Usaha yang dirintis sejak 1990 ini menurut dia mengalami pasang surut. Awalnya, usaha tersebut berkembang cukup pesat. Minuman kemasan botol itu menjelajah se antero Jawa Timur.

Namun, memasuki dekade 2000-an, omzet penjualan mulai berkurang. Minuman jenis limun mulai kalah bersaing dengan minuman saset. “Bahkan, saat itu kondisinya sudah hidup segan mati tak mau. Kami tetap bertahan, karena hanya usaha ini yang kami kuasai,” kenangnya.

Dia mengungkapkan, minuman produksinya tersebut menggunakan soda. Di antaranya, temulawak dan coffee beer yang dikemas dalam botol. Karena omzet terus merosot, pihaknya juga terpaksa sempat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sebagian karyawan. Ditengah hantaman persaingan usaha minuman ini, beberapa mahasiswa melakukan penelitian tugas akhir mereka.

Dari sinilah kemudian sejumlah mahasiswa mencoba melakukan inovasi dengan membantu pemasaran via online. “Itu bukan saya yang memasarkan hingga sampai kesana (Jakarta). Itu anak- anak yang memasarkan. Saya sudah tua nggak bisa internetan,” ungkap pemilik limun pada KabarJombang.com, kelompok faktual media, sepekan lalu.

Berkat upaya para mahasiswa ini, keadaan mulai berubah, permintaan limun mulai merangkak naik. Lantaran tak bisa menggunakan internet, serta lebih menghargai jerih payah para mahasiswa yang telah membantu usahanya bangkit, Ny Mintaredja lebih memilih melayani pemesanan langsung dari para mahasiswa. Para mahasiswa ini akhirnya menjadi reseller. “Yang bawa ini (limun beruap) ke toko online ya anak anak muda, mahasiswa mahasiswa semester 3  sampai 6 dari ITS, Unesa, Brawijaya, izin ke saya untuk memasarkan ke online. Kan lumayan mereka juga menambah keuntungan,” tegas dia kembali.

Dijelaskan pula, coffe beer yang saat ini dapat dibeli dengan mudah di platfrom penjualan online dan meluas tidak hanya di Jawa Timur-an, itu juga bagian dari strategi pemasaran para mahasiswa ini. Ceritanya menurut Ny Mintaredja, bermula ketika mahasiswa ajak pacarnya ke warung kopi yang hanya menyediakan kopi pahit hitam dan identik dengan panas. Sementara kebanyakan perempuan lanjut dia, menyukai minuman dingin serta tidak pahit. Akhirnya agar si pacar bisa gayeng ngobrol, maka coffe beer dengan es menjadi alternatif.

Tak disangka, peminat coffee beer justru membeludak. Tidak hanya kaum hawa, minuman ini justru memiliki peminat dari berbagai jenis kelamin dan usia. Hal ini yang kemudian membuat Ny Mintaredja lebih banyak memproduksi coffee beer ketimbang limun rasa temulawak.

“Jadi ceritanya gitu, kalau sampean (anda) sama pacarnya ke cafe. Sampean minum kopi hitam panas, nah pacar sampean sukanya yang dingin, maka ada varian minuman coffe beer ini sebagai pilihan nya. Trik ini yang dipakai anak-anak mahasiswa untuk memasarkan, makanya kini makin laris,” tutur Ny Mintaredja.

Di pasar lokal sendiri, minuman ini pernah tenggelam. Namun kini, seiring dengan kian menjamurnya cafe-cafe untuk nongkrong anak muda, permintaan coffee beer pun mulai meningkat. Di usianya yang kian senja, Ny Mintaredja berharap, minuman produksinya ini bisa dijadikan salah satu produk unggulan Jombang.

INSTAGRAM

Berita Terkait