Bangun Toleransi Sejak Dini, Siswa SD Islam Perak Kunjungi SD Kristen Petra di Jombang

Anak-Anak siswa SD Islam Arrahman Kecamatan Perak berinteraksi secara harmoni dengan para siswa SD Kristen Petra Jombang.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Puluhan siswa SD Islam Arrahman Kecamatan Perak, Jombang, Jawa Timur, mengunjungi SD Kristen Petra di Jl. Buya Hamka Jombang, Selasa (5/11/2019).

Kunjungan para murid SD Islam ini merupakan bagian dari kegiatan sekolah untuk mengenalkan tempat ibadah agama-agama yang ada di Indonesia.

Baca Juga

Kedatangan mereka pun disambut hangat oleh puluhan murid dari SD Kristen Petra.

Achil Rohmawati, guru SD Islam Arrahman Perak mengatakan, pihaknya memilih mengunjungi SD Kristen Petra karena di lingkungan sekolah terdapat gereja.

“Dengan berkunjung langsung, anak-anak tidak hanya mengetahui dari buku. Anak-anak bisa melihat secara langsung bagaimana tempat ibadah agama-agama lain di Indonesia,” katanya.

Achil menjelaskan, selain mengenalkan langsung bagaimana bentuk rumah ibadah umat Kristen, kunjungan tersebut juga bertujuan untuk menanamkan sikap toleran kepada murid SD Islam kepada pemeluk agama lain.

“Tadi kan mereka ketemu langsung ya, mereka saling sapa, bersalaman, bertanya. Harapan kami sikap toleran mereka sudah tertanam sejak dini. Kita ini kan, satu nusa satu bangsa, meski berbeda agama, beda warna kulit, beda etnis, kita tetap bersaudara,” jelasnya.

Setelah saling sapa dan bersalaman, para murid dan guru dari SD Islam Arrahman diajak memasuki gereja. Gereja tersebut berada satu komplek di lingkungan sekolah.

Di dalam gereja, para siswa beserta guru dari SD Islam ini lantas dipersilahkan untuk duduk di kursi yang tersedia di dalam gereja.

Pertemuan puluhan murid dari dua lembaga yang berbeda ini pun terlihat sangat menarik. Ada sebuah permainan yang secara perlahan membuat para murid dari kedua sekolah mulai berbaur.

Hal ini semakin terlihat menarik sebab ada sebuah pemandangan yang kontras dari seragam sekolah yang dipakai oleh masing-masing siswa dari kedua sekolah itu.

 

Para siswa SD Islam Arrahman Perak Jombang dan SD Kristen Petra Jombang, menyanyi lagu-lagu kebangsaan bersama-sama di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jombang, Jawa Timur.

 

Para siswa dari SD Islam Arrahman Perak memakai seragam berwarna dasar hijau tua dan hijau muda, lengkap dengan kerudung untuk siswa perempuan serta celana panjang ditambah kopyah bagi siswa laki-laki. Sementara, siswa SD Kristen memakai seragam merah putih.

Para siswa ini kemudian saling berdiskusi sesuai yang diarahkan oleh guru mereka masing-masing.

Diskusi pada pertemuan itu lebih banyak pada pengetahuan siswa soal agama-agama yang diakui di Indonesia dan bagaimana bentuk rumah ibadah dari agama masing-masing.

Selain mengunjungi Gereja Kristen Indonesia (GKI) yang berada satu kompleks dengan SD Kristen Petra, rombongan murid dari SD Islam Arrahman Perak, juga mengunjungi sejumlah tempat ibadah agama lain.

“Tadi kita sudah ke Vihara, lalu ke Klenteng dan saat ini ke gereja. Setelah ini kami akan ke Masjid Jami’ Jombang,” kata Achil.

Pertemuan puluhan siswa dari dua sekolah berbeda ini pun semakin membanggakan takkala keduanya menutup acara dengan lagu Satu Nusa Satu Bangsa karya L Manik, dinyanyikan bersama-sama oleh para murid kedua sekolah tersebut.

Lagu bertema kebersamaan dan persatuan bangsa dalam keberagaman tersebut menjadi penghujung dari pertemuan para siswa yang dilaksanakan di GKI Jombang.

Kepala Sekolah SD Kristen Petra, Riri Nurini Setia Ningrum, mengatakan, kunjungan dari rombongan SD Islam Arrahman ini merupakan wujud rasa optimisnya bahwa kebersamaan dan persatuan dalam keberagaman di Indonesia akan tetap terjaga.

Hal ini juga sebagai tanda terciptanya sikap toleran antar umat beragama, terutama kepada anak-anak.

“Hari ini kami kedatangan anak-anak dari SD Islam. Puji tuhan, mereka bisa menerima keberagaman itu dengan baik. Tadinya kami merasa dijauhi, tetapi sekarang kami merasa diterima,” katanya.

Dia berharap, kerukunan antar umat beragama di Indonesia bisa terus dijaga agar kenyamanan setiap pemeluk agama di Indonesia bisa terus dirasakan.

“Dampak dari kunjungan ini yang utama kerukunan (antar umat beragama), kemudian kami merasa nyaman hidup di Jombang. Hidup di kota santri, kami merasa nyaman,” pungkasnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.