JOMBANG, KabarJombang.com – Sensus Ekonomi di Kabupaten Jombang memang mulai meninggalkan hiruk-pikuk pendataan dari rumah ke rumah dan pelaku usaha. Namun, pekerjaan BPS belum benar-benar selesai. Di balik data yang telah dikumpulkan petugas, masih ada rangkaian panjang yang harus dilalui sebelum hasilnya dapat diketahui publik.
Kepala BPS Jombang, Mouna Sri Wahyuni, mengatakan sebagian besar proses pendataan di lapangan telah rampung. Kendati demikian, Sensus Ekonomi belum dapat dinyatakan selesai sepenuhnya karena masih terdapat tahapan lanjutan berupa verifikasi, pengolahan hingga finalisasi data.
“Sebagian besar itu memang lapangannya sudah selesai. Tapi kan kita ada tahapan berikutnya. Kalau kita bilang di BPS itu ada proses bisnis. Jadi setiap kegiatan itu kan ada proses bisnis,” ujar Mouna saat diwawancarai pada Kamis (10/9/2026).
Ia menjelaskan, proses dalam sebuah sensus tidak berhenti ketika petugas selesai mendatangi responden. Data yang telah dihimpun masih harus diperiksa untuk memastikan informasi yang masuk sesuai dengan metodologi dan memenuhi standar kualitas data BPS.
Tahapannya dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pelatihan petugas, pendataan lapangan, pengolahan, verifikasi data, finalisasi hingga akhirnya data didiseminasikan kepada masyarakat.
“Proses bisnis itu mulai dari perencanaan, kemudian pelaksanaan dan pelatihan, pelaksanaan lapangan, kemudian ada pengolahan, ada verifikasi data lagi, kemudian ada finalisasi data baru diseminasi,” jelasnya.
Mouna menegaskan, proses tersebut membuat hasil Sensus Ekonomi tidak bisa langsung diumumkan sesaat setelah pendataan lapangan berakhir. Data yang terkumpul harus melewati tahapan berjenjang sebelum benar-benar dinyatakan siap dipublikasikan.
“Tidak ada serta-merta, misalkan selesai tanggal 30 Agustus, tanggal 1 kita umumkan hasilnya. Enggak ada seperti itu,” tegasnya.
Bahkan, data hasil pendataan di tingkat Kabupaten Jombang nantinya tidak langsung dipublikasikan oleh BPS Jombang. Data tersebut terlebih dahulu melalui proses di tingkat provinsi sebelum kembali diverifikasi dan diolah di tingkat pusat.
“Enggak langsung BPS Jombang yang mempublikasikan. Kita ke provinsi dulu. Provinsi akan verifikasi, mengolah dan sebagainya, baru selanjutnya ke tingkat pusat,” terang Mouna.
Menurutnya, data Sensus Ekonomi yang saat ini telah dikumpulkan juga masih berada dalam sistem aplikasi. Artinya, proses penarikan dan pengolahan data secara keseluruhan masih berjalan.
Setelah dari provinsi, data akan kembali melalui proses di tingkat pusat. Tahapan tersebut mencakup verifikasi, pengolahan serta konfirmasi data untuk memastikan informasi yang nantinya keluar benar-benar memiliki kualitas sesuai metodologi Sensus Ekonomi.
“Dari provinsi, pusat verifikasi lagi, olah data lagi, bagaimana konfirmasi lagi data. Sehingga data yang keluar itu adalah data-data yang berkualitas sesuai dengan metodologi kita,” katanya.
Mouna meminta masyarakat memahami bahwa lamanya proses tersebut bukan berarti terdapat kekurangan atau persoalan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi. Menurutnya, tahapan berjenjang merupakan bagian dari prosedur yang memang harus dilalui dalam kegiatan sensus.
“Bukan kurang, memang itu proses bisnis yang harus kita lalui di setiap sensus. Jangankan sensus, survei saja, survei yang cakupannya lebih kecil daripada sensus itu ada proses bisnisnya,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung pentingnya kualitas data yang dihimpun petugas di lapangan. Menurut Mouna, BPS tidak sekadar mengejar jumlah pendataan, tetapi juga ingin memastikan data yang terkumpul benar-benar menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat Jombang.
“Jadi ini kita ingin Sensus Ekonomi ini tidak hanya sekadar sensus. Kami ingin juga membuktikan bahwa data yang kita kumpulkan atau teman-teman kumpulkan di lapangan itu betul-betul menggambarkan situasi ekonomi yang ada di Jombang khususnya dan juga berkualitas,” ujarnya.
Karena itu, Mouna menyebut proses Sensus Ekonomi saat ini masih berada dalam tahapan yang berjalan atau on progress. BPS Jombang belum dapat menyampaikan hasil akhir sebelum seluruh proses verifikasi dan pengolahan selesai.
“Kita saat ini sedang atau masih proses on the way, sebelum nantinya kita mendiseminasikan kepada publik,” pungkasnya.









