Panen Raya, 10 Pohon Alpukat di Megaluh Jombang Hasilkan 8 Kuintal Buah

Beni Saputro ketika menunjukkan hasil panen buah alpukat aligator dari kebunnya di Dusun Paras, Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang. (Istimewa)
  • Whatsapp

MEGALUH, KabarJombang.com- Sebanyak 10 pohon alpukat aligator milik petani di Dusun Paras, Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, menghasilkan sekitar 8 kuintal buah dalam sekali panen, Rabu (26/8/2026). Namun, melimpahnya produksi membuat harga alpukat di tingkat petani turun menjadi Rp15 ribu per kilogram.

Petani alpukat setempat, Beni Saputro, mengatakan 10 pohon tersebut dipanen karena telah memasuki masa panen optimal. Dari jumlah tersebut, produktivitas setiap pohon cukup tinggi, dengan hasil maksimal mencapai sekitar 200 kilogram per pohon.

Baca Juga

“Alhamdulillah, hari ini kami panen 10 pohon alpukat aligator. Sisanya masih menunggu waktu panen berikutnya,” ujarnya.

Beni menyebut harga alpukat aligator saat ini berada di kisaran Rp15 ribu per kilogram. Harga tersebut terbilang turun dibandingkan sebelumnya yang sempat mencapai Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram.

“Harga panen sekarang Rp15 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya sempat di angka Rp18ribu-Rp20 ribu,” ucapnya.

Menurutnya, penurunan harga terjadi karena banyak petani memasuki masa panen secara bersamaan. Kondisi tersebut meningkatkan pasokan alpukat di pasar sehingga harga di tingkat petani ikut menyesuaikan.

“Ini karena faktor panen raya. Banyak petani lain juga panen bersamaan, sehingga pasokan melimpah di pasaran. Wajar kalau harga sedikit turun,” ucap Beni.

Meski harga mengalami penurunan, Beni tetap menilai hasil produksi kali ini cukup memuaskan. Total 50 pohon yang dikelolanya, baru 10 pohon yang dipanen, sedangkan pohon lainnya masih menunggu masa panen berikutnya.

“Yang penting masih panen. Alhamdulillah, hasil kali ini cukup memuaskan,” paparnya.

Di tengah fluktuasi harga saat musim panen, Beni berharap pemasaran alpukat Jombang dapat semakin meluas sehingga petani alpukat memperoleh harga lebih stabil.

“Kami petani hanya ingin harga yang adil dan hasil panen terus melimpah. Semoga alpukat Jombang semakin dikenal dan dicari,” harapnya.

Sementara itu, mitra pembeli Tarmuji mengatakan alpukat dari hasil panen tersebut selanjutnya dipasarkan ke luar Pulau Jawa. Salah satu daerah tujuan pengiriman adalah Batam yang disebut memiliki permintaan cukup tinggi terhadap alpukat aligator.

“Permintaan dari Batam cukup tinggi. Makanya kami terus jalin kerja sama dengan petani di sini,” ujarnya.

Alpukat aligator dari wilayah Megaluh memiliki karakteristik buah berukuran besar dengan daging relatif tebal dan biji kecil. Karakteristik tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat komoditas tersebut tetap memiliki pasar antarpulau.

Berita Terkait