12 Jam Baru Padam, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Pabrik Pakan di Mojowarno Jombang

Kondisi kebakaran Pabrik CV Jaya Terang Bersama yang memproduksi pengolahan pakan ternak di wilayah Mojowarno, Jombang. (Istimewa)
  • Whatsapp

MOJOWARNO, KabarJombang.com – Polisi saat ini tengah mendalami penyebab pasti kebakaran hebat yang meluluhlantakkan pabrik pakan ternak CV Jaya Terang Bersama di Dusun Guwo, Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jumat (24/7/2026) malam.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal, kepolisian menduga insiden ini dipicu oleh arus pendek atau korsleting listrik.

Baca Juga

​”Untuk dugaan penyebabnya dari korsleting listrik, pendalaman masih dilakukan,” ujar Kapolsek Mojowarno Iptu Dhira Wira Prasasta, Sabtu (25/7/2026).

​Iptu Dhira memastikan bahwa peristiwa yang menghanguskan sebagian besar area produksi tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. “Untuk korban luka maupun korban jiwa nihil,” terangnya.

Seb​elumnya, kesaksian serupa disampaikan oleh salah seorang karyawan pabrik, Supriyono. Ia mengaku kaget saat mengetahui api tiba-tiba sudah membesar di bagian belakang pabrik dekat area mesin.

​”Saya tidak tahu, tahu-tahu apinya sudah besar, api dari belakang sebelah barat dekatnya mesin-mesin. Yang terbakar ada mesin, panel-panel listrik. Selain itu ada banyak bahan yang mudah terbakar seperti sak atau karung dan janggel jagung (tongkol jagung),” ujarnya.

​Ia menambahkan, saat kejadian, para pekerja shift malam belum berdatangan ke lokasi sehingga tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

​Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman berlangsung ekstrem hingga Sabtu siang atau lebih dari 12 jam.

Kepala Pelaksana BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Dias Quintas mengatakan, laporan kebakaran diterima pihaknya sekitar pukul 19.50 WIB, yang langsung direspons dengan mengerahkan enam armada.

​”Benar telah terjadi kebakaran. Kami mengerahkan enam armada, tiga fire pumper dan tiga mobil tangki suplai air,” ujarnya.

​Petugas harus berjibaku ekstra keras agar api tidak merembet ke seluruh kompleks pabrik. Hingga Sabtu sekitar pukul 10.00 WIB, petugas masih melakukan pembasahan karena bara api masih tersimpan di tumpukan sekam, jagung, dan bahan baku pakan lainnya.

​”Siang ini api memang sudah padam, namun pembasahan ke bara masih kami lalukan. Untuk kendala utamanya memang di bahan seperti sekam dan jagung yang menyimpan bara, ditambah kendala air juga,” ucapnya.

​Wiku menambahkan, dampak musibah ini cukup besar di bagian dalam bangunan pabrik, meskipun secara keseluruhan struktur utamanya masih kokoh. “Dampaknya cukup besar, namun di bagian dalam. Untuk struktur pabrik relatif aman,” tandasnya.

Berita Terkait