Wonosalam, KabarJombang.com– Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, memberikan atensi besar terhadap potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis pondok pesantren. Momen menarik ini terjadi di sela-sela pembukaan Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (Permata CAI) ke-47 di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Senin (29/6/2026).
Saat berada di meja tamu utama, pandangan Wapres Gibran tertuju pada kemasan roti berlabel Al Qomar Bakery. Penasaran dengan cita rasa dan latar belakang produk tersebut, Gibran langsung meminta panitia untuk menghadirkan sang pengelola, Uswatun Hasanah, guna berdialog langsung di atas panggung utama.
Di hadapan orang nomor dua di Indonesia tersebut, Uswatun menjelaskan bahwa Al Qomar Bakery merupakan unit usaha mandiri yang bernaung di bawah pembinaan Pondok Pesantren Wali Barokah, Kota Kediri. Gibran pun menilai keberhasilan ini sangat layak menjadi percontohan nasional.
“Nanti bisa direplikasi di pondok pesantren lainnya. Ini bagus sekali,”puji Wapres Gibran melihat kemandirian ekonomi pesantren tersebut.
Dalam dialog interaktif itu, Wapres Gibran sempat mengulik kapasitas produksi harian dari pabrik roti santri ini. Uswatun membeberkan bahwa dalam kondisi normal, mereka mampu memproduksi sekitar 6.000 hingga 7.000 roti per hari. Namun, angka tersebut melonjak drastis saat menerima pesanan acara berskala besar.
“Rata-rata kalau acara besar bisa sampai 26 ribu pcs roti. Kalau untuk per harinya antara 6 sampai 7 ribu pcs roti,”Beber Uswatun.
Wapres Gibran mengaku sangat terkesan dengan skala produksi yang masif tersebut. Guna mendorong perluasan pasar, mantan Wali Kota Solo ini juga memastikan legalitas digital produk tersebut dengan menanyakan statusnya di sistem belanja pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Sudah masuk e-Katalog?”tanya Gibran. Uswatun pun dengan cepat menjawab, “Sudah.”
Mendengar hal itu, Wapres Gibran langsung memberikan instruksi bernada kelakar namun serius kepada para kepala daerah yang hadir mendampinginya, termasuk Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan jajaran Forkopimda Jombang, agar tidak ragu memborong produk santri untuk konsumsi agenda pemerintahan.
“Ini mumpung ada Ibu Gubernur, Bapak Bupati, kalau ada acara-acara pemerintah bisa pesan,”kata Gibran disambut aplaus hadirin.
Uswatun menambahkan, sejauh ini tantangan yang dihadapi Al Qomar Bakery bukan pada sektor pemasaran, melainkan pada pemenuhan alat-alat produksi mutakhir seperti oven berkapasitas besar guna mengimbangi lonjakan permintaan pasar yang terus meroket.
Bagi Gibran, dukungan modernisasi alat produksi menjadi kunci vital agar UMKM pesantren naik kelas. Langkah penguatan ekosistem ekonomi ini diyakini mampu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan baru dan menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat di sekitar lingkungan pondok pesantren.









