PLANDAAN, KabarJombang.com – Insiden kebakaran terjadi di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Jombang di Dusun Tanggungan, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, pada Rabu (24/6/2026) siang.
Peristiwa tersebut mengakibatkan beberapa fasilitas sekolah mengalami kerusakan, dengan nilai kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, api mulai terlihat sekitar pukul 14.30 WIB. Warga yang berada di sekitar lokasi pertama kali mengetahui kejadian itu setelah melihat asap dan kobaran api muncul dari area kantin sekolah.
Kapolsek Plandaan, AKP Sartono, menjelaskan informasi kebakaran diterima pihak sekolah dari warga sekitar. Salah seorang tenaga pendidik, kemudian mendapat kabar bahwa bangunan sekolah terbakar.
“Api pertama kali terlihat berasal dari kantin sekolah. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan merembet ke beberapa ruangan, termasuk ruang kelas 6, ruang kelas 2, serta ruang guru,” ujar AKP Sartono.
Mengetahui kejadian tersebut, warga bersama perangkat desa segera melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia sambil menunggu bantuan petugas pemadam kebakaran dan BPBD.
Tak berselang lama, tim gabungan dari BPBD dan pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk melakukan penanganan. Setelah melakukan proses pemadaman, petugas akhirnya berhasil mengendalikan api sehingga tidak meluas ke bangunan lainnya.
Menurut hasil pemeriksaan sementara, sumber api diduga berasal dari gangguan arus listrik pada kipas angin yang berada di kantin sekolah. Dugaan tersebut masih terus didalami oleh pihak berwenang guna memastikan penyebab pasti kebakaran.
AKP Sartono menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, sejumlah ruangan sekolah mengalami kerusakan cukup serius akibat terdampak kobaran api.
Ia menerangkan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran sekaligus memastikan tidak ada faktor lain yang memicu munculnya api.
Akibat peristiwa tersebut, aktivitas belajar mengajar di beberapa ruang yang terdampak kemungkinan akan mengalami penyesuaian hingga proses perbaikan selesai dilakukan.
Sementara itu, pihak sekolah bersama instansi terkait tengah melakukan pendataan kerusakan dan menghitung total kerugian yang ditimbulkan.
Kerugian material akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp100 juta. Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi korsleting listrik yang dapat memicu kebakaran, terutama pada peralatan elektronik yang digunakan dalam waktu lama.









