Warga Tolak Pembangunan Jalan Akses PT JYI, Dibantah Kades Gambiran Mojoagung

Jupri, Kepala Desa Gambiran, Mojoagung, Jombang saat tunjukan jalan baru. (Kevin Nizar).
  • Whatsapp

MOJOAGUNG, KabarJombang.com-Kepala Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jupri, membantah kabar yang menyebut adanya penolakan dari warga maupun petani terhadap pembangunan jalan akses menuju area PT Jian You Indonesia (JYI).

Ia memastikan proyek tersebut telah melalui mekanisme musyawarah desa dan mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat.

Baca Juga

Jupri menjelaskan bahwa pembangunan jalan tersebut berawal dari permohonan izin yang diajukan pihak perusahaan kepada Pemerintah Desa Gambiran untuk memanfaatkan akses jalan yang berada di wilayah desa setempat.

Menurutnya, sebelum memberikan persetujuan, pemerintah desa terlebih dahulu melakukan pengecekan terkait status kepemilikan jalan.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), jalan tersebut diketahui bukan merupakan aset Pemerintah Kabupaten, melainkan menjadi kewenangan penuh Pemerintah Desa Gambiran.

Ia menuturkan bahwa seluruh proses telah dibahas dalam Musyawarah Desa (Musdes) yang digelar pada 5 Desember 2025.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat RT/RW, tokoh masyarakat, perwakilan petani, hingga unsur pemuda.

“Semua sudah dibahas dalam Musdes dan hasilnya masyarakat menyetujui pembangunan akses jalan tersebut. Jadi informasi yang menyebut ada penolakan itu tidak benar,” ujar Jupri saat dikonfirmasi, Selasa (23/6/2026).

Lebih lanjut, Jupri menjelaskan bahwa sempat muncul kesalahpahaman ketika kendaraan belum diperbolehkan melintasi jalan yang baru selesai dicor.

Menurutnya, pembatasan itu dilakukan semata-mata untuk menjaga kualitas konstruksi beton agar tidak rusak sebelum mencapai masa pengerasan yang ideal.

“Waktu itu jalan belum boleh dilewati karena beton masih baru dan membutuhkan waktu sekitar tiga minggu untuk benar-benar kuat. Kalau dipaksakan dilewati lebih awal, tentu hasilnya tidak maksimal. Sekarang jalan sudah siap digunakan dan masyarakat justru merasa senang,” katanya.

Jalan yang dibangun pada Mei 2026 tersebut berada di kawasan perbatasan Dusun Gambiran Selatan dan Dusun Ngrowo.

Selain memperlebar akses transportasi, perusahaan juga membangun saluran irigasi yang dinilai memberikan manfaat bagi sektor pertanian.

Jupri mengungkapkan bahwa keberadaan jalan baru tersebut telah mempermudah aktivitas warga. Kendaraan besar kini dapat melintas dengan lebih leluasa, sehingga proses distribusi hasil panen menjadi lebih efisien.

“Sekarang jalannya jauh lebih lebar dan nyaman. Truk pengangkut hasil pertanian bisa berpapasan tanpa kesulitan. Dampaknya sangat dirasakan oleh para petani,” ungkapnya.

Manfaat pembangunan tersebut juga dirasakan langsung oleh para petani. Salah satunya Sayid Abdulloh (55), warga Desa Gambiran, yang mengaku akses menuju lahan pertanian kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

Ia mengatakan bahwa kondisi jalan yang dulunya rusak dan dipenuhi lubang kini telah berubah menjadi jalur beton yang lebih aman dan nyaman untuk dilalui.

“Dulu menuju sawah cukup sulit karena jalannya rusak dan banyak lubang. Sekarang sudah bagus, sehingga perjalanan petani menjadi lebih mudah. Anak-anak sekolah juga bisa melewati jalan ini dengan lebih aman,” tutur Sayid.

Hal serupa disampaikan Wahib (63), petani asal Kecamatan Sumobito yang memiliki lahan pertanian di Desa Gambiran.

Menurutnya, perbaikan infrastruktur tersebut memberikan dampak positif terhadap aktivitas pertanian, terutama saat musim panen.

“Meski saya bukan warga Gambiran, saya ikut merasakan manfaatnya karena memiliki sawah di sini. Jalan yang bagus membuat kendaraan pengangkut hasil panen lebih mudah masuk ke area persawahan,” katanya.

Berita Terkait