Pulang Ngopi, Pemuda Mojowarno Dikeroyok Gerombolan Bermasker, Ponsel Raib Diduga Dibawa Pelaku

Ilustrasi. (Istimewa).
  • Whatsapp

NGORO, KabarJombang.com – Seorang pemuda asal Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan sekelompok orang tak dikenal di wilayah Kecamatan Ngoro.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka serius dan kehilangan telepon genggam miliknya.

Baca Juga

Korban diketahui berinisial RAW (26). Peristiwa itu terjadi Jumat (19/6/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB di jalan raya Dusun Berjel, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro.

Paman korban, Dw, menjelaskan bahwa saat kejadian keponakannya sedang dalam perjalanan pulang usai nongkrong bersama teman-temannya. Mereka berangkat dari arah Ngoro menuju Mojowarno menggunakan tiga sepeda motor dengan total enam orang.

“Enam anak itu berboncengan menggunakan tiga sepeda motor. Mereka baru saja pulang ngopi dan hendak kembali ke Mojowarno,” ujar Dw.

Menurutnya, rombongan korban sempat dihadang oleh sekelompok pemuda berpakaian serba hitam dan mengenakan masker. Kelompok tersebut diduga membawa senjata tajam dan melempari mereka dengan batu.

Meski berhasil menghindar dan melanjutkan perjalanan, ancaman belum berakhir. Tidak jauh dari lokasi pertama, mereka kembali berpapasan dengan kelompok lain yang jumlahnya lebih banyak.

Dw menuturkan, kelompok kedua yang diperkirakan berjumlah sekitar 25 orang itu bertindak lebih agresif. Mereka kembali melakukan pelemparan batu hingga menyebabkan kepanikan di antara rombongan korban.

“Kelompok yang kedua ini lebih anarkis. Jumlahnya sekitar 25 orang, sebagian juga membawa senjata tajam dan memakai masker,” katanya.

Dalam situasi tersebut, RAW terjatuh setelah tangannya ditarik oleh salah seorang pelaku. Sementara rekan-rekannya berhasil menyelamatkan diri dari lokasi kejadian.

Korban kemudian diduga menjadi sasaran pengeroyokan. Ia dipukul dan ditendang secara berulang kali oleh para pelaku. Bahkan, korban disebut sempat diseret ke area kebun tebu sebelum kembali mengalami penganiayaan.

“Korban dipukul dan ditendang. Di tubuhnya ada memar-memar, terutama di bagian punggung. Bahkan ada bekas yang diduga akibat pukulan menggunakan batang tebu,” ungkap Dw.

Aksi kekerasan tersebut akhirnya terhenti setelah mobil patroli Polsek Ngoro melintas di lokasi. Mengetahui kedatangan petugas, para pelaku langsung melarikan diri.

Akibat insiden itu, korban mengalami patah tulang pada bagian pergelangan tangan, luka memar di punggung, serta benjolan di kepala dan wajah. Selain itu, telepon genggam miliknya juga dilaporkan hilang dan diduga dibawa oleh pelaku.

“Pergelangan tangan korban patah, ada memar di punggung, benjol di kepala dan wajah. HP miliknya juga tidak ada setelah kejadian,” tutur Dw.

Keluarga korban telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Jombang dan berharap aparat kepolisian segera mengungkap identitas para pelaku serta memproses mereka sesuai hukum yang berlaku.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander membenarkan adanya laporan terkait dugaan pengeroyokan tersebut.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap korban dan mendalami kasus tersebut.

“Benar, hari ini kami menerima laporan dari pihak korban melalui orang tuanya. Saat ini laporan tersebut masih kami tindak lanjuti melalui proses penyelidikan lebih lanjut,” kata AKP Dimas.

Polisi juga mengumpulkan keterangan saksi dan sejumlah bukti guna mengungkap pelaku yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.

Berita Terkait