Pekerja Diduga Dianiaya Kelompok Preman, PT Handsome Jombang Lapor Polisi

Rekaman CCTV yang memperlihatkan dugaan aksi kekerasan yang terjadi di PT Handsome Investments Indonesia Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang. (Istimewa) 
  • Whatsapp

BANDARKEDUNGMULYO, KabarJombang.com – Dugaan aksi intimidasi dan kekerasan yang terjadi di lingkungan industri kembali mencuat di Kabupaten Jombang. PT Handsome Investments Indonesia yang beroperasi di Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo, memilih menempuh jalur hukum setelah sejumlah pekerjanya diduga menjadi korban tindakan premanisme.

Perusahaan tersebut secara resmi melaporkan insiden yang terjadi pada Jumat (12/6/2026) malam, ke Polres Jombang. Laporan itu tercatat pada 17 Juni 2026 dan kini tengah ditangani aparat kepolisian.

Baca Juga

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika empat pria yang diketahui berinisial MLN, KDK, RE, dan DDK diduga memasuki area operasional perusahaan tanpa izin. Saat itu petugas keamanan pabrik sedang melakukan pengawasan di bagian belakang area proyek yang sedang berlangsung.

Kehadiran kelompok tersebut diduga memicu keributan di dalam lingkungan perusahaan. Sejumlah pekerja yang sedang menjalankan aktivitas lembur dikabarkan mendapat intimidasi hingga diminta menghentikan pekerjaan mereka.

Tidak hanya itu, insiden tersebut juga berujung pada dugaan tindak kekerasan. Dua pekerja perusahaan dilaporkan mengalami penganiayaan saat berada di lokasi kejadian.

MB, selaku pihak yang mendapat mandat tanggung jawab dari perusahaan, mengatakan langkah pelaporan dilakukan untuk melindungi keselamatan pekerja sekaligus memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Aksi tersebut terjadi pada malam hari. Mereka masuk ke area perusahaan dan melakukan pemukulan terhadap pekerja yang sedang menjalankan tugasnya. Seluruh identitas pihak yang diduga terlibat sudah kami sampaikan secara resmi kepada kepolisian,” ujar MB kepada wartawan pada Jumat (19/6/2026).

Menurut MB, kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan pekerja, terutama mereka yang bertugas pada jam kerja malam. Karena itu, perusahaan berharap aparat penegak hukum dapat segera menindaklanjuti laporan yang telah disampaikan.

Ia menegaskan bahwa keamanan merupakan faktor penting dalam menjaga keberlangsungan investasi dan kegiatan industri di daerah.

“Kami berharap kepolisian dapat menangani laporan ini secara profesional dan memberikan kepastian hukum. Lingkungan usaha yang aman sangat dibutuhkan agar investasi yang masuk ke Jombang dapat berjalan dengan baik tanpa gangguan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Secara tidak langsung, MB juga menyampaikan keyakinannya bahwa pemerintah daerah bersama aparat keamanan memiliki komitmen untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif. Menurutnya, keberadaan dunia usaha harus mendapat perlindungan sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Sementara itu, pihak Polres Jombang membenarkan adanya laporan tersebut. Unit Pidana Umum Satreskrim Polres Jombang saat ini masih melakukan serangkaian penyelidikan guna mengungkap fakta-fakta dalam kasus tersebut.

“Benar, laporan sudah kami terima dan saat ini masih dalam proses penyelidikan,” kata Kanit Pidana Umum Satreskrim Polres Jombang, Ipda Rendro Lastono, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Hingga kini, kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak untuk mendalami dugaan tindak pidana yang dilaporkan perusahaan tersebut.

Berita Terkait