PETERONGAN, KabarJombang.com – Sebanyak 700 lebih siswa kelas X dan XI MA Unggulan Darul Ulum Rejoso, Peterongan, Jombang, langsung mempraktikkan materi fikih haji melalui Pelatihan Manasik Haji ke-17 pada Sabtu (23/5/2026).
Pembelajaran berbasis praktik luar kelas ini sengaja diterapkan agar siswa tidak sekadar menghafal teori, melainkan memahami tata cara ibadah haji dan umrah secara utuh.
Kepala MA Unggulan Darul Ulum Rejoso, Khoiruddinul Qoyum, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan pembelajaran aplikatif agar siswa dapat memahami rangkaian ibadah haji secara lebih utuh. Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai spiritual peserta didik.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin siswa memperoleh pemahaman yang menyeluruh tentang ibadah haji, sekaligus membangun karakter religius, kedisiplinan, serta motivasi agar mereka memiliki kesiapan untuk menunaikan haji atau umrah di masa depan,” ujar Khoiruddinul Qoyum.
Dalam simulasi tersebut, para peserta mempraktikkan secara berurutan dan sistematis seluruh tahapan fikih haji, mulai dari ihram, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, prosesi lempar jumrah, tawaf, sa’i, hingga tahalul.
Metode praktik langsung ini dinilai efektif dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan, kedisiplinan, kesabaran, kebersamaan, serta ketaatan terhadap aturan ibadah kepada peserta didik sejak usia sekolah.
Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, memberikan apresiasi atas konsistensi sekolah dalam mempraktikkan ilmu fikih ini.
“Ini adalah wujud nyata peran lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai ibadah sekaligus pendidikan karakter kepada peserta didik sejak usia sekolah,” ungkap Ilham.
Ia juga menambahkan bahwa pelatihan manasik haji sejalan dengan konsep Tri Sukses Haji, yakni keberhasilan dalam pelaksanaan ibadah, penguatan aspek ekonomi, serta pembangunan peradaban dan etika haji.
Lebih lanjut, Ilham mengingatkan para siswa agar mulai menyiapkan diri untuk menunaikan ibadah haji sejak dini. Hal ini mengingat masa tunggu keberangkatan haji di Kabupaten Jombang yang saat ini mencapai sekitar 26 tahun.
“Jika ingin berangkat haji di usia yang masih muda, maka persiapan harus dimulai sejak sekarang, termasuk dengan menabung dan mendaftar lebih awal,” jelasnya.









