Elpiji 3 Kilo di Jombang Langka, Disdagrin Ungkap Penyebabnya

Jombang LPG 3 Kilogram mulai mengalami kelangkaan imbas distribusi terlambat dan dampak ekonomi global. (Istimewa/KabarJombang)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Kelangkan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Jombang sejak awal April 2026. Kondisi ini dipicu keterlambatan distribusi, yang disebut turut dipengaruhi dinamika ekonomi global.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang mengakui adanya kendala dalam distribusi elpiji 3 kilogram.

Baca Juga

Kepala Disdagrin Jombang, Anjik Eko Saputro, mengatakan keterlambatan pengiriman menjadi faktor utama kelangkaan yang terjadi di lapangan.

“Iya, informasinya juga seperti itu (kelangkaan elpiji 3 Kg),” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, pasokan elpiji sebenarnya tidak mengalami pengurangan, namun distribusi dari Surabaya mengalami keterlambatan. Selain itu, ia menyebut kondisi ekonomi global turut memberikan dampak terhadap distribusi energi.

“Dampak dari ekonomi global termasuk perang dunia. Informasinya seperti itu dan Sebenarnya tidak ada pengurangan, hanya pengirimannya yang terlambat. Keterlambatan pengiriman dari Surabaya,” ungkapnya.

Guna memastikan kondisi tersebut, Disdagrin telah melakukan monitoring di sejumlah titik distribusi. Langkah ini dilakukan untuk memantau ketersediaan serta kelancaran penyaluran elpiji bersubsidi di masyarakat.

Di sisi lain, kelangkaan elpiji 3 kilogram dikeluhkan warga dalam beberapa waktu terakhir. Sejak awal April, masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan pasokan, bahkan harus mencari hingga ke luar kecamatan.

Akmal agen elpiji di Kecamatan Peterongan, menyebut keterlambatan distribusi sebenarnya telah terjadi cukup lama, namun intensitasnya meningkat dalam dua bulan terakhir.

“Pengiriman sudah sering terlambat sejak sekitar satu tahun lalu, tapi dua bulan ini makin sering. Puncaknya ya minggu ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterbatasan pasokan memicu kepanikan warga. Setiap kali stok datang, elpiji langsung habis dalam waktu singkat akibat tingginya permintaan.

“Kemarin sempat datang, tapi tidak sampai satu jam sudah habis diserbu. Sekarang kosong lagi, belum tahu kapan kiriman berikutnya,” ucapnya.

Sementara itu, Kepolisian Resor Jombang memastikan ketersediaan elpiji 3 kilogram di wilayahnya dalam kondisi aman. Kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan inspeksi langsung ke lokasi pengisian dan distribusi.

Pengecekan dilakukan oleh Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Jombang di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) milik PT Sumberbina Usaha Mandiri di Desa Tanggungan, Kecamatan Gudo.

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Jombang, IPDA Heru Prastyo, mengatakan monitoring dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan.

“Monitoring dilakukan guna memastikan distribusi berjalan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Hasil pengecekan, polisi tidak menemukan indikasi kelangkaan di tingkat distribusi. Stok elpiji 3 kilogram dinyatakan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, pihak kepolisian mencatat adanya peningkatan konsumsi elpiji dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut sempat dipengaruhi kendala distribusi dari Depo Pertamina Surabaya, namun kini disebut telah kembali normal sejak awal April.

Berita Terkait