JOMBANG, KabarJombang.com – Konvoi perguruan silat di Jombang berakhir ricuh, menimbulkan bentrokan antaranggota di dua lokasi berbeda, Minggu (4/4/2026). Polisi langsung menindaklanjuti insiden ini dengan menangkap puluhan orang dan menyelidiki pelaku yang masih beredar di sejumlah titik.
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander menjelaskan, kericuhan bermula dari kegiatan halal bihalal perguruan PSHT di Desa Tanjungwadung, Kecamatan Kabuh, yang semestinya hanya diikuti anggota ranting setempat. Namun, usai acara sekitar pukul 16.00 WIB, peserta melakukan konvoi menuju pusat kota sambil mengibarkan atribut perguruan masing-masing.
“Mereka mengibarkan atributnya masing-masing. Hal itu kemudian memicu peristiwa lain, termasuk bentrokan dengan perguruan silat lainnya,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Bentrok terjadi dengan kelompok perguruan Kera Sakti di wilayah Mojosongo dan Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek. Polisi mencatat terdapat korban dari masing-masing perguruan dan telah menerima laporan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
“Sejauh ini, lebih dari 30 orang telah teridentifikasi. Beberapa sudah kami amankan beserta kendaraan dan atribut yang digunakan, sementara sisanya akan kami panggil untuk dimintai keterangan,” ucap AKP Dimas Robin Alexander.
Selain itu, pihak kepolisian akan menindak peserta konvoi yang melanggar peraturan lalu lintas dengan dikenakan sanksi tilang.
“Seluruh kendaraan yang terlibat akan dikenai sanksi tilang karena dianggap mengganggu ketertiban dan tidak memenuhi kelengkapan berkendara,” ungkapnya.
Kasatreskrim Polres Jombang menegaskan, penanganan kasus ini membutuhkan kerja sama antara kepolisian, pemerintah daerah, dan pengurus perguruan silat.
“Kami akan menindak tegas siapa pun yang terbukti mengganggu ketertiban umum demi menjaga keamanan warga,” pungkasnya.









