MEGALUH, KabarJombang.com– Warga Dusun Palombo, Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang digegerkan dengan penemuan sesosok mayat bayi perempuan yang mengapung di aliran sungai, Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 12.45 WIB.
Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh sejumlah pekerja proyek yang berada di sekitar lokasi kejadian. Karena tidak berani mengevakuasi sendiri, mereka kemudian melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian.
Salah satu warga setempat, Indri, mengatakan bahwa informasi mengenai penemuan bayi itu dengan cepat menyebar hingga membuat warga berdatangan ke lokasi.
“Awalnya yang tahu orang-orang proyek di sekitar TKP. Mereka tidak berani mengambil, akhirnya memanggil polisi. Setelah itu baru ramai warga datang,” ujarnya.
Menurut keterangan warga, kondisi bayi tersebut diduga belum lama meninggal dunia. Hal itu terlihat dari kondisi jasad yang masih utuh dan masih terdapat tali pusar.
Warga lainnya, Zuli, mengaku mengetahui kejadian itu setelah lokasi dipenuhi warga. Ia menyebut bayi tersebut awalnya terbawa arus sungai sebelum akhirnya tersangkut di bawah jembatan.
“Saya tahunya sudah ramai. Katanya bayi itu awalnya terbawa arus lalu tersangkut di bawah jembatan. Bayinya tanpa busana, masih ada tali pusarnya, tapi ari-arinya sudah tidak ada,” jelasnya.
Ia menambahkan, dari penampakan fisiknya bayi tersebut diduga baru saja dilahirkan sebelum ditemukan di aliran sungai.
Sementara itu, Kapolsek Megaluh AKP Trisulo Hadi Warjianto membenarkan adanya penemuan jasad bayi perempuan tersebut.
“Iya, benar bayi perempuan. Dari penampakannya diduga baru dilahirkan,” katanya saat dikonfirmasi.
Menurutnya, saat ini jenazah bayi telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Jombang untuk dilakukan proses autopsi guna memastikan penyebab kematian.
“Jenazah sudah kami evakuasi ke RSUD Jombang untuk diautopsi. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa ini,” pungkasnya.









