Menu Tak Sebanding Harga, Wali Murid Protes Program MBG di Jombang

Penampakan salah satu menu MBG dari SPPG Tambakrejo 3 pada Kamis (5/3/2026). (Istimewa) 
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Sambong Dukuh 3, Kecamatan Jombang, kembali menjadi perhatian para wali murid. Mereka menilai komposisi makanan yang diterima siswa pada Kamis (5/3/2026) terlalu sederhana dan diduga tidak sebanding dengan pagu anggaran yang semestinya dialokasikan untuk program pemenuhan gizi tersebut.

Diketahui menu dari MBG tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tambakrejo 3.

Baca Juga

Sejumlah orang tua siswa mengaku mencoba menghitung sendiri perkiraan nilai paket makanan yang dibagikan kepada anak-anak mereka dengan mengacu pada harga pasaran. Dari perhitungan tersebut, nilai makanan per porsi diperkirakan hanya berkisar antara Rp7 ribu hingga Rp8 ribu.

Salah satu wali murid, Gunawan, menjelaskan bahwa menu yang diterima siswa umumnya terdiri dari bolu kukus mekar, telur berukuran kecil, serta susu kemasan. Untuk siswa kelas rendah, menu tersebut dibagikan tanpa tambahan lain.

“Kalau dihitung dari harga pasar, bolu sekitar Rp2 ribu, telur kecil Rp2 ribu, dan susu kemasan kira-kira Rp3 ribu. Jadi totalnya kurang lebih Rp7 ribu,” ujar Gunawan, Jumat (6/3/2026).

Sementara untuk siswa kelas 4 hingga kelas 6, menu yang diterima hampir sama, hanya ditambah satu butir kurma. Dengan tambahan tersebut, nilai paket makanan diperkirakan sekitar Rp8 ribu.

Menurut Gunawan, perkiraan tersebut merupakan hitungan sederhana para wali murid karena hingga saat ini mereka mengaku belum pernah menerima informasi resmi mengenai rincian harga atau komposisi anggaran dari penyelenggara program.

Ia juga menyebut bahwa keluhan serupa sebenarnya sudah pernah disampaikan kepada pihak terkait sebelumnya. Namun hingga kini, para wali murid menilai belum ada perubahan berarti dalam penyediaan menu makanan.

“Dulu sempat kami sampaikan keberatan dan dijanjikan akan ada perbaikan, tetapi sampai sekarang menunya masih sama,” katanya.

Selain komposisi menu, para orang tua juga menyoroti penggunaan susu kemasan yang disebut sebagai bagian dari program bantuan gratis dari Presiden. Namun dalam praktiknya, susu tersebut tetap dimasukkan sebagai komponen menu dengan nilai sekitar Rp3 ribu.

Hal itu menimbulkan pertanyaan dari wali murid mengenai transparansi pengelolaan program. Mereka juga menyoroti kualitas beberapa makanan yang dinilai kurang layak, termasuk adanya menu yang disebut disiapkan untuk konsumsi dua hari.

Para wali murid berharap ada evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut agar tujuan pemenuhan gizi siswa dapat benar-benar tercapai. Jika tidak ada perbaikan, mereka menyatakan akan mempertimbangkan langkah lanjutan.

Sementara, Dino Marta Gemilang yang diketahui mitra dari SPPG Tambakrejo 3, saat dihubungi menyarankan agar klarifikasi lebih lanjut disampaikan kepada Kepala SPPG agar informasi yang diberikan lebih lengkap dan menyeluruh.

“Mohon maaf, untuk penjelasan yang lebih detail bisa dikonfirmasi langsung ke Ka SPPG agar informasinya lebih menyeluruh. Kami juga telah menyarankan agar mengikuti aturan dari BGN, termasuk pemberian label harga pada makanan kering selama bulan Ramadan,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.

Kemudian Paramananda Nur Susanto yang diketahui sebagai Kepala SPPG Tambakrejo 3 saat dikonfirmasi mengatakan ada kekurangan menu pada hari itu dan akan segera di kirim pada hari Senin (9/3/2026).

“Memang ada 1 menu yang kurang. Sudah saya konfirmasi ke gru PIC sekolahan untuk kita kirim di hari senin,” tandasnya.

Terkait kurma yang menurut wali murid hanya satu butir kurma, hal tersebut dibantah oleh Kepala SPPG. “Kurmanya 5 biji,” tandas Kepala SPPG Tambakrejo 3.

Berita Terkait