JOMBANG, KabarJombang.com – Beredarnya video yang menarasikan Kabupaten Jombang hancur akibat angin puting beliung dipastikan tidak benar. Rekaman tersebut viral di berbagai platform media sosial dalam dua hari terakhir dan sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Dalam potongan video berdurasi singkat itu, terlihat sejumlah infrastruktur jalan dan permukiman warga mengalami kerusakan berat. Narasi yang menyertai video menyebutkan peristiwa tersebut terjadi di Jombang pada 22 Februari 2026, disertai keterangan adanya badai besar dan hujan es yang melanda wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks. Ia memastikan tidak ada kejadian angin puting beliung seperti yang digambarkan dalam video yang beredar.
“Kami tegaskan bahwa video yang beredar itu tidak benar dan bukan terjadi di Jombang,” ujarnya dalam keterangan, Senin (23/2/2026).
Berdasarkan hasil penelusuran, rekaman tersebut diketahui merupakan dokumentasi kejadian di daerah lain yang kemudian diberi narasi seolah-olah terjadi di Jombang. Video itu diunggah melalui YouTube dan turut tersebar luas di berbagai grup WhatsApp.
Pihak BPBD menyayangkan penyebaran konten tidak benar tersebut karena berpotensi menimbulkan kepanikan publik. Masyarakat diimbau agar tidak langsung mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
BPBD Kabupaten Jombang juga mengingatkan warga agar lebih bijak dalam bermedia sosial. Di tengah arus informasi yang begitu cepat, masyarakat diminta melakukan penyaringan informasi sebelum membagikannya agar tidak turut memperkeruh situasi dengan kabar palsu.









