PLOSO, KabarJombang.com – Jejak tempat mengaji Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno, semasa kecil di Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, mulai terkuak. Sebuah langgar panggung di kawasan Pondok Kedungturi yang kini berada di lingkungan Pondok Majmaal Bahrain Shiddiqiyyah, Desa Losari, disebut sebagai lokasi Soekarno kecil menimba ilmu agama.
Informasi tersebut disampaikan Raden Mas Kuswartono, keluarga Situs Persada Soekarno Kediri. Ia mengungkapkan, berdasarkan cerita turun-temurun dalam keluarganya, Soekarno kecil pernah mengaji di langgar panggung yang dahulu berdiri di Pondok Kedungturi, saat wilayah tersebut masih masuk Karesidenan Surabaya.
“Kami mendapatkan cerita bahwa Pondok Shiddiqiyyah ini dulunya bernama Pondok Kedungturi,” ujar Kuswartono, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, di pondok tersebut dahulu terdapat langgar panggung yang dibangun oleh Mbah Syuhada, yang disebut sebagai pengikut Pangeran Diponegoro. Bangunan fisik langgar itu kini sudah tidak ada karena telah dipugar dan digantikan masjid. Namun, jejaknya masih diabadikan pihak pondok dalam bentuk gambar sebagai penanda sejarah.
Sementara itu, pemerhati sejarah Jombang, Arif Yulianto atau Cak Arif, membenarkan keberadaan Bung Karno di Ploso berdasarkan data historis. Ia menjelaskan, ayah Bung Karno, Raden Soekeni Sosrodihardjo, mulai bertugas sebagai mantri guru sekolah Ongko Loro di Ploso sejak 28 Desember 1901 dan kemudian pindah ke Sidoarjo pada 1907.
“Sekitar enam bulan setelah Raden Soekeni mulai berdinas di Ploso, tepatnya 6 Juni 1902, Bung Karno lahir dengan nama Koesno di Ploso, Karesidenan Surabaya, yang kini masuk wilayah Kabupaten Jombang,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan keterangan dari Pengasuh Pondok Shiddiqiyyah, Kiai Muchtar Mu’thi, bahwa selama tinggal di Ploso, Raden Soekeni turut memperdalam ilmu agama kepada Kiai Abdul Mu’thi, ayah dari Kiai Muchtar Mu’thi.
Rangkaian penuturan tersebut memperkaya narasi sejarah masa kecil Bung Karno di Ploso. Selain dikenal sebagai tempat kelahirannya, wilayah ini juga disebut menjadi lokasi awal pendidikan agama yang turut membentuk karakter sang proklamator sebelum memimpin Indonesia menuju kemerdekaan.









