Harga Beras di Jombang Naik, Pedagang Keluhkan Stok Terbatas

Foto : Penampakan beras di salah satu pasar Jombang. (doc. kabarjombang)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Kenaikan harga beras kembali terjadi di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Jombang dalam sepekan terakhir. Lonjakan paling terasa terjadi pada beras medium yang kini dijual lebih mahal dibanding pekan sebelumnya.

Di Pasar Pon, harga beras medium jenis ciherang saat ini mencapai Rp 14.000 per kilogram. Sebelumnya, komoditas tersebut masih dipasarkan di kisaran Rp 13.500 per kilogram.

Baca Juga

Iwan Pujianto (42), salah seorang pedagang beras di pasar tersebut, menuturkan kenaikan berlangsung secara bertahap. Harga ciherang sempat naik dari Rp 13.500 menjadi Rp 13.800, sebelum akhirnya menyentuh Rp 14.000 per kilogram dalam beberapa hari terakhir.

“Kenaikan terakhir sekitar empat hari lalu. Dari pengepul memang sudah lebih dulu naik,” ujarnya saat ditemui di lapaknya, Jumat (13/2/2026).

Ia menjelaskan, terbatasnya pasokan dari petani menjadi penyebab utama naiknya harga. Saat ini banyak petani masih memasuki masa tanam sehingga distribusi beras ke pasar belum maksimal. Selain itu, musim kemarau panjang membuat jadwal panen mundur dari biasanya.

“Umumnya awal tahun sudah mulai panen besar. Tapi sekarang banyak yang terlambat,” katanya.

Tak hanya ciherang, beras medium jenis IR 64 juga mengalami penyesuaian harga. Dari sebelumnya Rp 12.500 per kilogram, kini naik menjadi Rp 13.000 per kilogram.

Sementara beras premium di pasar tersebut relatif stabil di angka Rp 14.500 per kilogram. Kondisi serupa terjadi di Pasar Citra Niaga. Di pasar ini, harga beras medium meningkat dari Rp 12.600 menjadi Rp 13.600 per kilogram.

Sugandi (50), pedagang lainya, menyebut harga beras premium juga ikut terkerek. Jika sebelumnya dijual Rp 13.600 per kilogram, kini berada di rentang Rp 14.600 hingga Rp 16.800 per kilogram, tergantung kualitas dan merek.

Menurutnya, kenaikan harga berdampak langsung terhadap penurunan omzet. Konsumen cenderung lebih berhati-hati dan selektif saat membeli kebutuhan pokok di tengah harga yang terus naik.

“Penjualan jelas menurun. Pembeli sekarang lebih memilih-milih,” ujarnya.

Para pedagang memprediksi harga beras masih berpotensi mengalami kenaikan apabila suplai belum kembali stabil. Mereka berharap ada langkah konkret dari pemerintah untuk menjaga ketersediaan stok sekaligus menahan laju kenaikan harga di pasaran.

Berita Terkait