JOMBANG, KabarJombang.com – Polres Jombang terus mengusut kasus penyerangan bersenjata tajam terhadap seorang pria yang diketahui berprofesi sebagai debt collector. Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Kayen, Desa Kayangan, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, pada Senin (26/1/2026) siang.
Polisi memastikan telah mengantongi identitas terduga pelaku. Saat ini, upaya penegakan hukum difokuskan pada pengejaran dan penangkapan pelaku.
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengatakan bahwa selain identitas, penyidik juga telah mengetahui alamat tempat tinggal terduga pelaku.
“Identitas pelaku sudah kami kantongi, termasuk alamat tempat tinggalnya,” ujar AKP Dimas saat dikonfirmasi, Kamis (5/2/2026).
Meski demikian, polisi masih mendalami motif di balik aksi kekerasan tersebut. Menurut AKP Dimas, hingga kini belum dapat dipastikan apakah penyerangan berkaitan dengan pekerjaan korban atau dipicu persoalan pribadi.
“Hasil pemeriksaan sementara, korban belum bisa memberikan keterangan secara rinci dan belum terbuka. Saat ini kami fokus melakukan pengejaran terhadap pelaku,” jelasnya.
AKP Dimas juga mengungkapkan dugaan bahwa pelaku tidak berada di rumahnya. Secara umum, kata dia, pelaku tindak pidana cenderung melarikan diri setelah melakukan aksinya.
“Secara psikologis, pelaku biasanya akan kabur setelah melakukan perbuatannya,” tegasnya.
Polisi menegaskan akan terus mengembangkan kasus ini hingga pelaku berhasil ditangkap dan diproses sesuai ketentuan hukum.
Sebelumnya, peristiwa pembacokan tersebut sempat menggegerkan warga sekitar. Insiden berdarah itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di Gang 2 Dusun Kayen. Warga baru menyadari kejadian tersebut setelah mendengar suara keributan dari arah lokasi.
Salah seorang warga, Yuli Fitriani (41), mengaku awalnya tidak mengira telah terjadi tindak kekerasan. Saat itu, ia tengah beristirahat di rumah.
“Awalnya saya kira suara ribut itu karena kucing berkelahi. Ternyata ada orang yang dibacok,” ungkap Yuli saat ditemui di lokasi, Selasa (27/1/2026).
Ketika warga berdatangan, korban sudah tergeletak dalam kondisi berlumuran darah. Ketua RT setempat sempat berusaha mengejar pelaku, namun pelaku berhasil meloloskan diri.
“Pelakunya sudah kabur waktu warga datang. Informasinya satu pelaku dan satu korban,” katanya.
Akibat serangan senjata tajam tersebut, korban mengalami luka serius. Jari kelingking korban dilaporkan mengalami luka parah, disertai pendarahan hebat pada bagian lengan.
Di lokasi kejadian, warga menemukan sebilah pisau yang diduga digunakan pelaku. Selain itu, sejumlah barang lain juga tertinggal di tempat kejadian perkara (TKP), seperti telepon genggam, helm, dan kacamata.
Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Hasyim Asy’ari, Cukir, Kecamatan Diwek, untuk mendapatkan perawatan medis. Tak berselang lama, petugas kepolisian tiba di lokasi guna melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti.
AKP Dimas membenarkan bahwa korban bernama Dian Bayu Prakoso (37), warga Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno. Korban mengalami sejumlah luka robek dan luka tusuk di beberapa bagian tubuh.
“Korban masih menjalani perawatan intensif sehingga belum bisa dimintai keterangan secara maksimal,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan awal, korban mengaku merasa dibuntuti sejak pagi hari. Hingga akhirnya, saat berada di lokasi kejadian, pelaku menghentikannya dengan modus menanyakan alamat sebelum melakukan penyerangan.
Polisi juga mengungkapkan bahwa korban diketahui bekerja sebagai debt collector pinjaman online. Namun, keterkaitan antara pekerjaan korban dan motif penyerangan masih dalam tahap pendalaman.
“Motifnya masih kami selidiki. Apakah terkait pekerjaan korban atau persoalan lain, masih menunggu keterangan lebih lanjut,” pungkas AKP Dimas.









