PERAK, KabarJombang.com – Sebuah insiden kebakaran yang melanda kandang kosong di Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, Jombang, Kamis (16/10/2025), menjadi pengingat penting akan bahaya membakar sampah atau limbah pertanian tanpa pengawasan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, saat kobaran api tiba-tiba muncul dari area belakang rumah warga yang diketahui milik M. Hadi Pujianto (30). Diduga kuat, api berasal dari pembakaran bonggol jagung yang ditinggal begitu saja oleh pemilik rumah.
Kapolsek Perak, Iptu Supriyo, mengungkapkan bahwa bangunan yang terbakar merupakan kandang yang sedang tidak digunakan. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp5 juta.
“Api berasal dari pembakaran janggel jagung yang dilakukan pemilik rumah di dalam kandang, lalu ditinggal pergi ke wilayah Sumobito. Ini murni kelalaian,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Menurut keterangan saksi mata, asap tebal pertama kali terlihat muncul dari bagian belakang rumah, sebelum kemudian api membesar dan melahap sebagian besar bangunan kandang. Warga yang melihat kejadian tersebut sempat berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, namun upaya itu tidak membuahkan hasil maksimal.
Kobaran api baru berhasil dikendalikan setelah dua unit mobil pemadam dari Dinas PMK dan BPBD Jombang diterjunkan ke lokasi. Butuh waktu sekitar satu setengah jam hingga api benar-benar padam.
Menanggapi kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat melakukan aktivitas pembakaran, terutama di musim kemarau seperti sekarang ini.
“Kami mengingatkan kembali kepada masyarakat agar tidak meninggalkan api dalam keadaan menyala. Pengawasan mutlak diperlukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Iptu Supriyo.
Kejadian ini menambah daftar insiden kebakaran akibat kelalaian saat pembakaran limbah pertanian di area pemukiman. Diharapkan warga bisa lebih berhati-hati dan tidak menganggap remeh api sekecil apapun.









