DIWEK, KabarJombang.com – Bulan Agustus memberikan keberkahan tersendiri bagi beberapa pengerajin yang berhubungan dengan kemeriahan kemerdekaan Indonesia. Salah satunya yakni pengerajin burung garuda.
Ichwan Erwantoro (73) Warga Dusun Randulawang Krajan, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, merupakan salah satu pengerajin burung garuda yang masih eksis di Kabupaten Jombang. Ketika ditemui di kediamannya yang nampak sederhana, ia sedang fokus merampungkan pesanan burung garuda.
Meskipun usianya tidak lagi muda, Ichwan nama sapaannya tetap fokus dan jeli merampungkan setiap lekuk dari burung garuda maupun lambang dari Pancasila yang menempel di dada sang burung garuda.
Ia merasakan berkah tersendiri ketika memasuki momentum kemerdekaan. Menurutnya momentum seperti ini memberikan peningkatan pemesanan, meskipun tidak meningkatkan secara drastis.
“Alhamdulillah memang ada peningkatan pemesanan, meskipun tidak langsung meningkat pesat. Namun, masih memiliki perbedaan ketimbang bulan-bulan biasanya,” ujarnya.
Selama dua bulan terakhir ini, ia mendapatkan pemesanan lebih dari 300 biji burung garuda. Pemesanan tersebut diperkirakan akan terus meningkat hingga bulan Oktober, tergantung kebutuhan dari setiap gerai toko yang sudah menjadi langganan tetapnya.
“Total mulai dari bulan Juli dan Agustus ini saya sudah mendapatkan pemesanan 300 biji burung garuda yang sudah siap dikirimkan ke pemesan. Pemesanan burung garuda akan terus meningkat meskipun sudah melewati bulan kemerdekaan,” ungkapnya.
Harga burung garuda hasil karya dari Ichwan Erwantoro memiliki harga yang bervariasi tergantung ukuran yang dipesan. Ukuran 1 meter burung garuda, ia bandrol dengan harga Rp 1.100.000.
“Harganya relatif tergantung ukurannya. Harga mulai dari ukuran yang paling kecil yakni Rp100.000, Rp115.000, Rp165.000, Rp220.000, Rp800.000, hingga Rp1.100.000,” ucapnya.
Pengiriman tidak hanya meliputi wilayah Kabupaten Jombang, melainkan meliputi luar Provinsi. Salah satunya adalah di provinsi Kalimantan.
“Pengiriman paling banyak di wilayah Jakarta, Kabupaten Jombang, Mojokerto, hingga Kalimantan,” jelasnya.
Ketika momentum kemerdekaan seperti saat ini, Ichwan mampu meraup untung lebih dari Rp4.000.000, sedangkan ketika sepinya permintaan ia mendapatkan untung dibawah nominal tersebut.
“Kalau ramai bisa sampai Rp7.000.000, Rp5.000.000. Sedangkan, ketika sepi dibawah nominal itu, lumayan masih bisa untuk memenuhi keperluan rumah tangga,” ujarnya.
Ichwan Erwantoro menggeluti bidang ini sejak tahun 1992 hingga sampai saat ini, ia masih tetap konsisten dan menyukai pekerjaan tersebut. Semua pengalaman mulai dari pengalaman yang menyenangkan hingga pengalaman pahit turut ia rasakan.
Ichwan menjelaskan alasannya menekuni pembuatan burung garuda, selian sebagai penambah perekonomian keluarga. Kerajinan burung garuda yang sudah ia geluti selama 33 tahun, menjadi profesi ketika masa tuanya.
Lebih dari itu pengerajin burung garuda, khususnya Ichwan Erwantoro bukan hanya sekedar menuntaskan pemesanan yang ada. Menurutnya terdapat rasa seneng ketika mampu melestarikan pembuatan lambang negara Indonesia.
“Alasannya memilih menggeluti bidang ini karena mampu menjadi pemasukan dimasa tua saya saat ini. Dulunya saya bekerja di Jakarta kemudian saya memilih pulang ke Jombang untuk belajar dan konsisten dalam pembuatan burung garuda, Alhamdulillah sampai saat ini saya masih bisa bertahan dengan pemasukan dari pembuatan burung garuda. Selian itu, pembuatan burung garuda ini sudah mulai sedikit yang membuat. Sayapun pernah mengajak anak-anak muda untuk ikut memproduksi burung garuda, namun mereka tidak mau. Jadi saya merasa senang bisa terus melestarikan pembuatan lambang negara yakni burung garuda,” tuturnya.
Dalam pembuatan burung garuda, ia lebih memilih untuk membuat secara manual. Satu Minggu Ichwan mampu menghasilkan lebih dari 50 biji burung garuda yang ia kerjakan bersama istrinya.
“Pembuatan saya lakukan secara manual karena bisa lebih detail dan menghasilkan kualitas yang bagus. Satu Minggu saya mampu menghasilkan 100 burung garuda,” pungkasnya.








