Harga Beras di Sejumlah Pasar Tradisional di Jombang Terus Naik, Pedagang dan Konsumen Ikut Terdampak

  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Harga beras mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Jombang. Kenaikan ini memberikan dampak signifikan bagi pedagang maupun konsumen.

Ngatini (55), salah satu pedagang di Pasar Sumobito, mengungkapkan bahwa lonjakan harga mulai terjadi beberapa hari terakhir.
“Berasnya mulai naik belum ada seminggu ini, Mbak. Sebelumnya sudah ada informasi dari distributor bahwa harga beras akan naik,” ujar Ngatini saat ditemui pada Rabu (10/7/2025).

Baca Juga

Menurutnya, penyebab utama kenaikan harga adalah gagal panen yang dialami sebagian petani, sehingga pasokan berkurang dan harga pun melonjak.

Hal senada disampaikan oleh Sukasih (58), pedagang di Pasar Kesamben. Ia mengatakan bahwa harga beras terus merangkak naik dalam waktu singkat. “Minggu lalu masih Rp13.000 per kilogram, lalu naik jadi Rp13.500, sekarang sudah Rp14.000,” jelasnya.

Kenaikan harga ini turut berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat. Para pedagang mengeluhkan sepinya pembeli, sementara konsumen, terutama yang menggantungkan pendapatan dari usaha kuliner, juga ikut tertekan.

“Saya jualan nasi, tapi sekarang susah dapat untung. Harga beras naik terus, sedangkan saya tidak bisa menaikkan harga jual begitu saja,” keluh salah satu konsumen yang enggan disebutkan namanya.

Jika kenaikan harga ini terus berlangsung, para pelaku usaha kecil dan konsumen rumah tangga diperkirakan akan semakin kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Sebagai informasi, menurut pedagang di pasar Sumobito beberapa bahan pokok seperti telur dan minyak goreng mengalami kenaikan harga. Namun, berdasarkan pantauan di website siskaperbapo, mengalami penurunan. (Ziya)

Berita Terkait